Tak Hanya Dengan Saudara kandung, Ternyata Tradisi Suku Ini Menikahi Ibu Kandung Juga!

Tak Hanya Dengan Saudara kandung, Ternyata Tradisi Suku Ini Menikahi Ibu Kandung Juga!

Tak Hanya Dengan Saudara kandung, Ternyata Tradisi Suku Ini Menikahi Ibu Kandung Juga!-foto : net-

Namun, yang membuat suku Polahi semakin unik adalah keberlangsungan tradisi perkawinan sedarah dalam budaya mereka.

BACA JUGA:Wajib Tau Nih! Ini 5 Rekomendasi Warna Manset yang Wajib Dimiliki Wanita Berhijab

Berbeda dengan sistem perkawinan umum di mana dua individu dari keluarga yang berbeda menikah tanpa ikatan darah, suku Polahi memiliki budaya sistem kawin sedarah atau sistem perkawinan inses.

Perkawinan sedarah di suku Polahi memungkinkan anggota keluarga untuk menikah dengan sesama anggota keluarga yang memiliki ikatan darah.

Seperti antara ibu dan anak laki-laki, bapak dan anak perempuan, atau saudara laki-laki dan saudara perempuan.

Sistem ini telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda dan masih dipraktikkan hingga saat ini, meskipun dianggap tidak biasa atau bahkan aneh oleh budaya umum.

BACA JUGA:Wajib Tau Nih! Ini 5 Rekomendasi Warna Manset yang Wajib Dimiliki Wanita Berhijab

Pernikahan sedarah ini sebenarnya bukan berdasarkan kebiasaan adat, tetapi lebih karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang pergaulan di luar kelompok mereka sendiri.

Para anggota suku Polahi memiliki keterbatasan pengetahuan genetika, sehingga mereka melakukan perkawinan sedarah di antara mereka tanpa menyadari risiko genetik yang dapat mempengaruhi kesehatan keturunan mereka.

Dalam ilmu kesehatan dan penelitian,  perkawinan sedarah dapat meningkatkan risiko kelainan genetik atau cacat pada keturunan.

Anak-anak yang lahir dari perkawinan sedarah cenderung memiliki keragaman genetik yang sangat minim, yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit genetik langka atau cacat.

BACA JUGA:Bukan Orang Hebat, Pencari Rumput Ini Orang Pertama Temukan Istanda Dalam Hutan Jawa Timur, Ini Sosoknya!

Namun, dalam kasus suku Polahi, terdapat keunikan yang mengejutkan. Meskipun mereka melakukan perkawinan sedarah, tidak ada kasus keturunan yang mengalami cacat.

Semua anggota suku Polahi terlihat normal secara genetik.

Hal ini menjadi fenomena yang menarik karena berbeda dengan apa yang terjadi pada perkawinan sedarah di negara-negara lain di mana kelainan genetik jauh lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: