20 Strategi Perang Pajajaran Melawan Majapahit, Patih Gajah Meda Saja Takluk.

20 Strategi Perang Pajajaran Melawan Majapahit, Patih Gajah Meda Saja Takluk.

Mengungkap Kisah Perjuangan dan Runtuhnya Kerajaan Pajajaran, Kehebatan dan Kehancuran dalam Sejarah Nusantara-Kolase-Berbagai Sumber

PAGARALAMPOS, COM - Arya Damar (sebelumnya bernama Jaka Dilah) adalah nama seorang pemimpin legendaris yang berkuasa di Palembang pada pertengahan abad ke-15 Masehi sebagai bawahan Kerajaan Majapahit.
 
Arya Damar berasal dari Jawa Timur, Ia dikenal juga dengan nama Ario Damar atau Ario Abdilah atau Damarwulan.
 
Menurut kronik Tiongkok dari Kuil Sam Po Kong Semarang, ia memiliki nama Tionghoa yaitu Swan Liong (Naga Berlian) tanpa nama marga di depannya.
 
Hal ini dikarenakan ibunya merupakan wanita peranakan Tionghoa.
 
 
 
Dari zaman dulu, Orang Sunda terkenal bukan tipe orang yang ekspansif.
 
Tapi walaupun begitu soal urusan perang mereka punya kekuatan yang sangat diperhitungkan dan luar biasa.

Bahkan pada masa kejayaannya yaitu pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Padjadjaran Sri Sang Ratu Dewata Prabu Jayadewata Sang Pamanah Rasa.
 
Dikabarkan Padjadjaran memiliki prajurit tempur sebanyak seratus ribu (100.000) orang.
 
 
Dengan seribu (1000) orang di antaranya merupakan pasukan Elit Balamati yang khusus mengawal Raja dan seluruh penghuni istana pada waktu itu.

Mungkin kita masih ingat soal Amukti Palapa atau sumpah Mahapatih Gajah Mada yang berniat menyatukan seluruh wilayah nusantara di bawah naungan Majapahit.

Amukti Palapa Gajah Mada telah tercapai di mana seluruh wilayah nusantara berhasil dia satukan.
 
Tapi ada satu wilayah yang gagal dia taklukan, yaitu Kerajaan Sunda-Galuh.

 
Strategi orang Sunda dulu dalam berperang, belumlah banyak dibahas.
 
Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16.

Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, hanya panglima peranglah yang tahu 20 strategi ini. (Saleh Danasasmita, dkk., 1987). 

Berikut ini adalah strategi perang yang dipakai oleh Kerajaan Sunda-Galuh-Padjadjaran pada masanya.
 

1. Makarabihwa.

Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. Mengalahkan musuh dari dalam musuh itu sendiri, dengan menggunakan kekuatan pengaruh.
 
Praktik merusak kekuatan musuh dari dalam agar merasa kalah sebelum berperang.

2. Katrabihwa

Posisi prajurit saat menyerang musuh, ada yang ditempatkan di atas, biasanya dengan menggunakan senjata panah, dan prajurit yang di bawah, biasanya menggunakan tombak dan berkuda.

 
3. Lisangbihwa

Sebelum perang dimulai, Panglima Perang/Hulu Jurit mengumpulkan pasukan tempurnya agar seluruh prajurit berteguh hati menjadi pasukan yang berani dan bersemangat berperang untuk mengalahkan musuh walaupun kekuatan lebih kecil.

4. Singhabihwa

Mengalahkan pertahanan musuh dengan cara menyusup. Para penyusup merupakan tim kecil yang jumlahnya hanya lima orang, terdiri atas ahli perang, ahli strategi, dan ahli memengaruhi musuh.

Musuh terpengaruh oleh strategi yang kita lancarkan sehingga pada tahap ini musuh hancur oleh pikirannya sendiri. Waktunya sangat lama.

 
5. Garudabihwa

Memusatkan kekuatan pasukan pada posisi yang tersebar di beberapa titik penting yang telah ditentukan untuk pertempuran. Kekuatan di setiap titik jumlahnya 20 orang.
 
Dengan simbol-simbol khusus, prajurit yang tersebar itu akan menyerang secara berbarengan dan sekaligus, kemudian menyebar kembali untuk mempersiapkan penyerangan berikutnya.

6. Cakrabihwa

Menyusupkan beberapa orang prajurit ke benteng pertahanan musuh dengan cara rahasia dengan tujuan utama untuk menyusupkan persenjataan yang kelak akan digunakan oleh pasukan saat bertempur.

Mereka harus prajurit yang sangat terlatih dan mengetahui medan, serta mengetahui cara-cara penyusupan.

 
7. Sucimuka

Upaya pembersihan musuh setelah perang usai sebab biasanya masih ada musuh yang berdiam di persembunyian.
 
Para prajurit harus mengetahui daerah-daerah yang pantas digunakan sebagai tempat berlindung dan menjadi persembunyian musuh yang sudah tercerai-berai.

Prajurit harus mengetahui jalan-jalan yang dijadikan tempat untuk meloloskan diri. Pembersihan ini sangat penting agar musuh tidak menghimpun kekuatannya kembali.

 
8. Brajapanjara

Mendidik beberapa orang musuh agar bekerja untuk pihak kita.

Setelah dianggap tidak membahayakan, mereka dilepas kembali ke daerahnya untuk dijadikan mata-mata.

Orang itulah yang akan mengirimkan informasi mengenai kekuatan musuh, seperti jenis dan jumlah senjata yang mereka miliki.
 
Strategi perang apa yang akan digunakan, harus sangat hati-hati saat mendidiknya.
 

9. Asumaliput

Setiap prajurit harus mengetahui tempat berlindung atau bersembunyi serta tidak akan diketahui musuh, seperti di dalam gua, tetapi harus pandai melihat situasi.

10. Meraksimpir

Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih rendah, sedangkan musuh berada di daerah yang lebih tinggi.
 
Bila posisinya demikian, pasukan dipersenjatai dengan tombak dan berkuda.

 
11. Gagaksangkur

Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih tinggi, sedangkan musuh berada di bawah.

Cara mengalahkan musuh dari atas, seperti cara meloncat atau menghadang.

12. Luwakmaturut

Gerakan untuk memburu musuh yang kabur dari lapangan pertempuran.

Prajurit harus tahu cara pengejaran yang paling cepat di berbagai medan yang berbeda.

Pengejaran musuh harus sampai di tempat persembunyiannya, apakah di air, atau yang lari ke dalam hutan.

 
13. Kudangsumeka

Cara menggunakan pedang yang lebih kecil. Bila menyusup ke daerah musuh, prajurit harus mengetahui cara-cara menyembunyikan pedang/senjata itu agar tidak diketahui musuh.

14. Babahbuhaya

Cara menghimpun kekuatan prajurit pada saat pasukan tertekan dan terjepit musuh, seperti cara/upaya memulihkan mental, semangat, dan kekuatan prajurit.

Dilatihkan ke mana harus berlari, jangan sampai berlari ke daerah kekuatan musuh.

Cara bagaimana bila saat berlari ada musuh di depan, atau musuh yang terus mengejar, serta cara bagaimana memilih tempat perlindungan.

Bila terlihat aman, prajurit merundingkan upaya penyelamatan dan merencanakan penyerangan balik.

 
15. Ngalinggamanik

Prajurit yang sudah terlatih dipersenjatai dengan senjata rahasia, atau senjata keramat kerajaan, seperti tombak.
 
Prajurit dilatih untuk mengendalikan senjata keramat itu, bila tidak, bisa-bisa prajurit itu yang terpental atau pingsan.

16. Lemahmrewasa

Cara berperang di hutan belantara atau di tempat-tempat yang rimbun, terutama ketika pasukan dalam keadaan terdesak dengan senjata pasukan yang sudah tidak mampu melayani kekuatan persenjataan musuh.

Semua potensi yang bisa digunakan sebagai senjata dimanfaatkan, seperti batu atau batang pohon.

 
17. Adipati

Teknik untuk melatih prajurit yang akan dijadikan prajurit dengan kemampuan khusus.

Pasukan komando yang mempunyai kemampuan perseorangan yang tangguh dan dapat diandalkan.

18. Prebusakti

Setiap prajurit dibekali latihan keahlian khusus seperti tenaga dalam agar senjata lebih berisi, lebih matih, punya kekuatan mengalahkan musuh secara luar biasa.

 
19. Pakeprajurit

Sering kali raja menitahkan untuk tidak berperang. Prajurit terpilih, yaitu prajurit yang sudah terlatih untuk berunding.
 
Mengadakan perundingan-perindingan sehingga musuh dapat dikalahkan tanpa berperang.
 
Namun, Panglima Perang/Sang Hulu Jurit, sesungguhnya menghendaki kemenangan dengan cara berperang.

 
20. Tapaksawetrik

Cara-cara berperang di air. Bagaimana cara mengelabui musuh agar tidak mengetahui pergerakan prajurit.
 
Serta cara-cara menggunakan senjata di air, seperti di sungai. Prajurit harus terlatih untuk mendekati musuh melalui jalan air.

Persenjataan yang digunakan dalam perang pada zaman itu pada umumnya sudah berupa senjata dari logam, apakah itu tombak ataupun pedang.
 
Peninggalan senjata yang ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, masih dapat dilihat di Museum Nasional.

 
Itulah deskripsi dari setiap istilah strategi perang yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. [berbagai sumber: jayadewata]

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: