Rahasia Sejarah Gunung Padang, Terowongan Ruang Hingga Pilar Bersejarah Banyak Ditemukan Arkeologi Dunia

Rahasia Sejarah Gunung Padang, Terowongan Ruang Hingga Pilar Bersejarah Banyak Ditemukan Arkeologi Dunia

PAGARALAMPOS.COMGunung Padang Atau yang berarti Gunung Cahaya merupakan situs kuno yang berada di Desa Karyamukti, Cianjur, Jawa Barat.

Situs dengan luas 291.800 meter persegi ini, Banyak menarik perhatian publik dan dunia beberapa waktu lalu dikarenakan diklaim sebagai struktur piramida tertua Yang ada.

Lalu, bagaimana sejarah penemuannya Situs bersejarah ini? Simak selangkapnya di Artikel Pagaralampos.com ini Sampai Habis!

Ada 3 Petani yang menemukannya yaitu Soma, Endi dan Abidin pada Tahun 1979, Lalu mereka segera melaporkan keberadaan situs Gunung Padang pada pemerintah Puspandikbud maupun Direktorat Daerah.

BACA JUGA:Arkeologi Dunia Ketagihan Datang Kesini! Penemuan Gunung Padang Kembali Bingungkan Dunia Sejarah

Setelah menerima laporan itu, survei dan penelitian langsung dilakukan di situs ini, penelitian dilakukan pada tahun 1980 dengan melibatkan Soejono arkeolog yang membidangi kajian prasejarah.

Ditemukan dari hasil penelitian arkeologis pada tahun-tahun tersebut, mendapat penjelasan bahwa situs Gunung Padang adalah punden berundak dari masa megalitikum.

Namun penelitian lebih lanjut dan mendalam justru menemukan banyak hal yang lebih mengejutkan.

Setelah itu arkeolog dari Direktorat perlindungan pembinaan peninggalan sejarah dan purbakala maupun dari pusat penelitian arkeologi nasional mengadakan pemetaan penggambaran dan deskripsi situs Gunung Padang.

BACA JUGA:Tapak Harimau Bekas Jurus Prabu Siliwangi? Batu Situs Gunung Padang Satu Ini Menjadi Buktinya


Arkeologi Dunia Ketagihan Datang Kesini! Penemuan Gunung Padang Kembali Bingungkan Dunia Sejarah-tangkapan layar-Academic accelerator

Dengan melakukan Ekskavasi arkeologis Di Situs Gunung Padang sejak awal penemuan kembali pada tahun akhir 70-an dan awal tahun 80-an.

Didapat dari hasil ekskavasi pada periode itu menurut laporan Didi bintarti pada tahun 1982, Telah membuktikan bahwa tidak ada tanda-tanda penguburan secara sengaja. 

Situs Temuan hasil ekskavasi ini hanya sebatas fragmen gerabah polos yang jumlahnya terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: