Sherlock Holmes: A Game of Shadows ’Tak Sebaik’ Prekuelnya? (2)

Sherlock Holmes: A Game of Shadows ’Tak Sebaik’ Prekuelnya? (2)

Sherlock Holmes: A Game of Shadows ’Tak Sebaik’ Prekuelnya?--google.com

PAGARALAMPOS.COM – Aksi Holmes berlanjut di sebuah acara lelang barang-barang antik, di sana dia bertemu kembali dengan Irene yang pada saat itu sedang mengirimkan barang titipan kepada Dr. Hoffmanstahl, sebagai imbalan sang dokter memberikan Irene sebuah surat, Holmes merebut surat tersebut. 

Sialnya, barang titipan yang dipegang oleh Hoffmanstahl adalah bom, dengan trik konyol Holmes berhasil menyelamatkan orang-orang di acara lelang tersebut, sekaligus menjinakkan bom. 

BACA JUGA:Sherlock Holmes: A Game of Shadows ’Tak Sebaik’ Prekuelnya? (1)

Sayangnya Dr. Hoffmanstahl tidak luput dari maut, karena Holmes menemukannya sudah tidak bernyawa, terbunuh oleh seorang pembunuh bayaran. 

Holmes pun mengaitkan Professor Moriarty ada dibalik kematian Hoffmanstahl dan kasus-kasus yang sedang dicoba dia pecahkan. 

Yang perlu ia cari sekarang adalah bukti untuk membuktikan Moriarty memang bersalah. 

BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Seni Tertua di Indonesia, Memahami Keindahan Warisan Budaya Kuno

Tapi Holmes tidak akan semudah itu menemukan jawabannya, karena Moriarty bukanlah musuh yang mudah ditaklukkan, Holmes akhirnya bertemu dengan tandingannya.

Dari awal kita memang tidak perlu susah payah lagi untuk menebak-nebak siapa dalang kejahatan yang sebenarnya di film ini. 

Seperti juga di film pertama, Guy Ritchie sudah lebih dahulu menunjuk dalangnya, permainannya bukan lagi mencari ‘siapa’, tetapi lebih kepada ‘bagaimana’ Holmes mengurutkan bukti yang didapat untuk bilang si A memang penjahatnya, jadi bukan sekedar tuduhan sembarangan. 

BACA JUGA:Perspektif Pembangunan Sentra Budaya dan Seni Pagaralam

Apalagi jika orang itu sekelas Professor Moriarty yang pintar menghapus jejak dan mengelak dari segala bukti. 

Ritchie sekali lagi mengajak penonton untuk bermain-main selama 2 jam, dalam labirin misteri yang rasa-rasanya pernah kita masuki. 

Yup, cara Ritchie membangun misterinya tidaklah berubah, dengan penyampaian nyeleneh yang diwakilkan oleh si Holmes sendiri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: