Pemkot PGA

Deteksi Dini Batu Amandel, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

Deteksi Dini Batu Amandel, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

Deteksi Dini Batu Amandel, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya--Net

PAGARALAMPOS.COM - Amandel, atau tonsil, adalah sepasang jaringan lunak yang berada di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan.

Jaringan ini berfungsi sebagai benteng pertama untuk mencegah masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

Setiap jaringan amandel dilapisi oleh sel mukosa berwarna merah muda, mirip dengan bagian dalam mulut.

Permukaan amandel memiliki banyak celah dan lekukan yang dikenal sebagai kripta.

BACA JUGA:Batu Amandel Bisa Picu Bau Mulut Membandel? Ini Penyebab dan Solusinya

Batu amandel atau tonsil stone dapat terbentuk akibat akumulasi bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan zat lainnya yang terperangkap di dalam kripta.

Seiring waktu, berbagai kotoran ini akan mengumpul dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi, akhirnya membentuk gumpalan keras yang menjadi tanda batu amandel.

Gumpalan ini dapat tertangkap dalam kripta dan semakin banyak seiring berjalannya waktu.

Batu amandel umumnya berwarna putih atau kekuningan dan memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong.

BACA JUGA:6 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Jika Anda Punya Penyakit Amandel

Terdapat kasus langka di mana batu amandel tumbuh lebih besar dari ukuran tersebut.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa dari 500 pemeriksaan CT scan dan radiografi, ukuran rata-rata batu amandel berkisar antara 3-4 milimeter.

Selain itu, studi lain mendapati bahwa sekitar 25% populasi berpotensi mengalami batu amandel.

Penyebab dan Pengobatan Radang Amandel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: