iklan nagih
Pemkot PGA

Bisul di Ketiak Bikin Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bisul di Ketiak Bikin Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bisul di Ketiak Bikin Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya-pagaralampos-kolase

Untuk mengurangi risikonya, gunakan alat cukur yang bersih dan tajam serta lakukan pencukuran dengan teknik yang benar.

BACA JUGA:Manfaat Buah Aprikot bagi Kesehatan

3. Kebersihan Ketiak Kurang Terjaga

Penumpukan keringat, minyak, sel kulit mati, dan bakteri pada area ketiak dapat menyumbat pori-pori maupun folikel rambut.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Menjaga kebersihan tubuh secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masalah ini.

4. Daya Tahan Tubuh Menurun

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan mengalami infeksi kulit, termasuk bisul.

Risiko ini juga meningkat pada penderita penyakit tertentu, seperti diabetes, gangguan ginjal, atau kondisi medis lain yang memengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi.

BACA JUGA:Baru tahu!6 Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan serta Cara Mengolahnya

Apabila benjolan di ketiak sering muncul kembali, meninggalkan bekas luka, atau disertai komedo hitam di area lipatan kulit, dokter mungkin akan mengevaluasi kemungkinan adanya hidradenitis suppurativa, yaitu penyakit kulit kronis yang memerlukan penanganan khusus.

Cara Mengatasi Bisul di Ketiak

Sebagian besar bisul berukuran kecil dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

  • Kompres area bisul menggunakan kain hangat selama 15–20 menit, sebanyak 3–4 kali sehari untuk membantu mengurangi nyeri dan mempercepat keluarnya nanah.
  • Jaga kebersihan area ketiak dengan mencucinya menggunakan sabun yang lembut dan air bersih.
  • Hindari memencet atau memecahkan bisul karena dapat memperparah infeksi dan meningkatkan risiko penyebaran bakteri.
  • Gunakan pakaian yang longgar agar gesekan pada kulit berkurang.
  • Bila bisul pecah dengan sendirinya, bersihkan cairan yang keluar menggunakan kasa steril, kemudian tutup luka dengan perban bersih.

Dokter dapat memberikan salep antibiotik atau antibiotik minum apabila infeksi cukup berat atau meluas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: