Patah As, Truk Pengangkut CPO Guncang Tikungan Endikat, Arus Lalin Liku Endikat Sempat Macet
Patah As, Truk Pengangkut CPO Guncang Tikungan Endikat, Arus Lalin Liku Endikat Sempat Macet--
PAGARALAMPOS.COM - Sabtu (20/4) lalu, kejadian tragis mengguncang Tikungan Endikat, Kota Pagar Alam.
Sebuah truk tangki yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sayur mengalami patah as, menimbulkan kerusakan pada kendaraan dan mempengaruhi arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Kapolres Pagaralam, AKBP Erwin Aras Genda SIK, bersama Kasat Lantas Polres Pagaralam, AKP Teguh Hidayat SH, dan anggota Satlantas serta Personel Polsek Dempo Selatan, segera bertindak cepat untuk merespons insiden tersebut.
Evakuasi truk yang melintang di Jalan Liku Endikat dilakukan dengan sigap untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas.
BACA JUGA:Bulog Mulai Beli Jagung di Bima dan Dompu dengan Harga Rp 4.500 per Kg, Upaya Dukung Petani
Menurut keterangan dari AKP Teguh Hidayat SH, patahnya as roda truk tersebut disebabkan oleh muatan yang terlalu berat.
Beban berlebihan ini menyebabkan as roda truk patah, sehingga kendaraan tersebut tergelincir dan melintang di jalan.
Beruntung, sopir truk yang diidentifikasi sebagai Rusli (47) dari Lorong Keluarga Kecamatan Seberang Ulu Kota Palembang, tidak mengalami luka meskipun kendaraannya berada di tepi jurang yang cukup tinggi.
“Proses evakuasi dilakukan oleh para petugas dengan baik, dan mobil tersebut telah dipinggirkan ke tempat yang aman,” ungkap AKP Teguh Hidayat SH.
Kesigapan dan kerjasama antara anggota Lantas Polres Pagaralam dan Personel Polsek Dempo Selatan memastikan arus lalu lintas di lokasi kejadian kembali normal dan lancar.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kehadiran petugas yang sigap telah berhasil mencegah kemungkinan dampak yang lebih buruk.
Insiden ini menunjukkan pentingnya penerapan standar keselamatan dan pengawasan terhadap muatan yang diangkut oleh truk besar, terutama di daerah-daerah dengan kontur jalan yang berliku dan menantang.
Muatan yang melebihi kapasitas maksimal dapat mengancam keselamatan dan stabilitas kendaraan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecelakaan serius.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
