3. Analisis Data Sederhana
Berpikir analitis menjadi core skill terpenting menurut 7 dari 10 perusahaan responden WEF 2025. Di pekerjaan sehari-hari, kemampuan membaca tabel dan grafik sederhana menjadi bentuk paling dasar dari skill ini.
Analisis data sederhana berarti membaca, merangkum, dan membandingkan angka dari data yang sudah dipegang pekerja. Contohnya membandingkan penjualan mingguan, melihat produk yang paling sering terjual, atau memantau biaya bulanan di spreadsheet.
BACA JUGA:Tasbih Bank Sumsel, Saldo Rp25 Juta Dapat Nomor Porsi Haji
4. Komunikasi Digital
Meskipun terdengar remeh, kemampuan komunikasi digital juga penting. Komunikasi digital mencakup menulis pesan kerja yang jelas, memimpin rapat daring, dan mengelola kanal pelanggan di aplikasi pesan dan media sosial.
Pelaku UMKM dan pekerja lapangan memakai platform yang sama untuk berkoordinasi dan melayani pelanggan. Maka dari itu, cara komunikasi kerja yang rapi menjadi bagian dari kecakapan ini.
Cara Pekerja Indonesia Membekali Diri
Kesenjangan keterampilan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengikuti perubahan dunia kerja. Karena itu, upskilling menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pekerja menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan pekerjaan yang terus berkembang.
Pekerja dapat memulai dari belajar mandiri melalui kursus, sumber pembelajaran daring, maupun praktik langsung menggunakan berbagai tools digital. Bagi yang membutuhkan pembelajaran lebih terarah, pelatihan terstruktur juga dapat menjadi pilihan. Salah satu rujukan yang membahas pelatihan digital skill dan AI untuk kebutuhan kerja adalah Belajarlagi.
Dengan mengombinasikan pembelajaran mandiri dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan profesi, pekerja dapat membangun kemampuan baru secara bertahap dan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
BACA JUGA:Ugreen Hadirkan Power Bank 20.000mAh 45W, Punya Kabel USB-C dan Layar Warna
Skill Digital dan AI Makin Dibutuhkan
Literasi AI, pemakaian tools digital, analisis data sederhana, dan komunikasi digital menjadi empat kemampuan yang semakin relevan bagi pekerja lintas profesi hingga 2030. Perubahan ini tidak hanya menyentuh kalangan IT, tetapi juga pekerja administrasi, tenaga penjualan, pelaku UMKM, guru, hingga pekerja lapangan.
Membangun kemampuan tersebut tidak selalu berarti harus menguasai teknologi yang rumit. Memahami cara menggunakan AI, mengoperasikan tools digital, membaca data sederhana, dan berkomunikasi melalui kanal digital sudah menjadi bagian dari kemampuan yang dapat membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.