PAGARALAMPOS.COM - Laporan WEF Future of Jobs 2025 mencatat rata-rata 39% keterampilan pekerja diperkirakan berubah atau usang sepanjang 2025 sampai 2030. Laporan yang sama menyebut 59 dari 100 pekerja membutuhkan pelatihan pada 2030.
Data tersebut menunjukkan adanya pergeseran keahlian yang dibutuhkan, bukan hilangnya lapangan kerja. Pekerjaan yang dulu terasa aman kini menuntut kemampuan baru.
Di Indonesia, perubahan tersebut berlangsung ketika akses terhadap teknologi digital semakin luas. Namun, penggunaan AI belum merata. APJII 2026 mencatat baru 18,2% responden yang pernah mengakses layanan AI.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk memahami teknologi baru tidak hanya menyentuh pekerja di bidang IT, tetapi juga berbagai profesi lainnya.
Karena itu, kemampuan digital dan AI semakin penting untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.
BACA JUGA:Motivasi 266 Wisudawan Universitas Palembang
Berikut empat skill digital dan AI yang makin dibutuhkan pekerja Indonesia hingga 2030.
1. Literasi AI
Dalam WEF Future of Jobs 2025, AI dan big data menempati urutan pertama sebagai skill dengan pertumbuhan kebutuhan tercepat. Lebih dari 90% responden di 10 industri teratas memperkirakan penggunaan skill AI dan big data akan meningkat.
Di tingkat penduduk, APJII 2026 mencatat baru 18,2% responden yang pernah mengakses layanan AI, yaitu Gen Z 29,4%, milenial 16,7%, dan Gen X 7,5%. Di sisi lain, pekerja kantoran di Indonesia sudah lebih dulu menggunakan AI. Work Trend Index 2024 dari Microsoft dan LinkedIn mencatat 92% pekerja pengetahuan Indonesia memakai AI generatif di tempat kerja, dibandingkan 75% secara global.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI belum merata di masyarakat. Padahal, AI mulai hadir dalam berbagai aktivitas kerja. Karena itu, pemahaman dasar tentang cara menggunakan dan memanfaatkan AI semakin relevan bagi pekerja dari berbagai profesi.
BACA JUGA:Peluang dan Tantangan Bisnis Makanan serta Cara Mengelolanya
2. Pemakaian Tools Digital
Literasi teknologi masuk tiga besar skill dengan pertumbuhan kebutuhan tercepat menurut WEF, sejajar dengan AI, big data, dan keamanan siber. Hal ini menegaskan bahwa penguasaan perangkat digital kini menjadi standar dasar di dunia kerja.
Penerapannya pun sudah menjadi kebutuhan harian. Sebab, penerapan alat digital digunakan mulai dari pekerja administrasi yang harus terbiasa dengan spreadsheet dan platform kolaborasi tim, hingga staf operasional yang mengandalkan aplikasi khusus seperti CRM atau POS.