PAGARALAMPOS.COM - Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bukan sekadar gunung api yang memiliki pemandangan alam memukau.
Gunung ini tercatat dalam sejarah karena letusan dahsyat pada April 1815 yang menjadi salah satu erupsi vulkanik terbesar yang pernah diketahui manusia.
Peristiwa tersebut tidak hanya mengubah bentuk gunung, tetapi juga memberikan dampak hingga ke berbagai wilayah dunia.
Sebelum letusan, Gunung Tambora diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut. Setelah mengalami erupsi besar, sebagian tubuh gunung runtuh dan membentuk kaldera berukuran sangat luas.
BACA JUGA:Monumen Yogya Kembali, Saksi Perjuangan yang Menyimpan Jejak Sejarah Yogyakarta
Ketinggiannya pun berkurang secara drastis hingga menjadi sekitar 2.851 meter.
Letusan mencapai puncaknya pada 10–11 April 1815. Aktivitas vulkanik yang sangat kuat mengeluarkan abu, batuan, serta material vulkanik dalam jumlah besar ke atmosfer.
Suara ledakannya bahkan dilaporkan terdengar dari wilayah yang sangat jauh. Dampak langsung di sekitar Sumbawa begitu parah, menyebabkan banyak permukiman dan lahan pertanian mengalami kerusakan.
Namun, pengaruh letusan Tambora tidak berhenti di Indonesia. Material vulkanik yang tersebar ke atmosfer memengaruhi kondisi iklim global.
Tahun 1816 kemudian dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” di sejumlah wilayah Eropa dan Amerika Utara.
Suhu yang lebih rendah serta perubahan pola cuaca menyebabkan gangguan terhadap pertanian dan memicu kekurangan pangan di beberapa daerah.
BACA JUGA:Monumen Yogya Kembali, Saksi Perjuangan yang Menyimpan Jejak Sejarah Yogyakarta
Di Indonesia sendiri, letusan Tambora menjadi salah satu bencana alam paling bersejarah.
Kerajaan dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak menghadapi kehancuran besar, sementara penyakit dan kelaparan semakin memperburuk keadaan setelah erupsi.
Kini, Gunung Tambora menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan sejarah Indonesia. Kawasan tersebut juga menjadi tujuan pendakian bagi pencinta alam yang ingin menyaksikan kaldera raksasa dan lanskap khas Sumbawa.