Jejak Arsitek Belanda di Balik Dinding Surosowan: Mengapa Sultan Banten Memercayainya
destinasi wisata sejarah Banten-Pagaralampos -Kolase
PAGARALAMPOS.COM - Situs cagar budaya Keraton Surosowan kini tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Provinsi Banten.
Reruntuhan dinding benteng yang kokoh selalu berhasil memikat perhatian para wisatawan domestik hingga mancanegara setiap akhir pekan tiba.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri sisa-sisa kemegahan pusat pemerintahan Kesultanan Banten yang sarat akan nilai historis berharga.
Suasana religius dan sakral di sekitar kawasan peninggalan purba ini memberikan pengalaman berlibur yang sangat berkesan bagi keluarga.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Gunung Rinjani, Mahakarya Alam Nusantara yang Diakui UNESCO sebagai Geopark Dunia
Keunikan Arsitektur Akulturasi Dua Budaya Bangsa
Rancang bangun fisik Keraton Surosowan menyimpan keunikan berupa perpaduan gaya arsitektur lokal Jawa dengan teknik bangunan Eropa.
Sultan Banten pertama melibatkan seorang arsitek asal Belanda bernama Hendrik Lucaszoon Cardeel untuk mendesain dinding pembatas keraton.
Sentuhan Eropa terlihat jelas pada bentuk bastion sudut benteng yang dirancang menyerupai struktur pertahanan militer zaman pertengahan.
Sementara tata ruang bagian dalam istana tetap mempertahankan filosofi tata kota tradisional kerajaan Islam di Nusantara.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Gunung Latimojong, Puncak Tertinggi Sulawesi yang Kaya Kisah Legenda
Menatap Sisa Kejayaan Pusat Perdagangan Internasional
Pada masa keemasannya Keraton Surosowan merupakan episentrum politik sekaligus jalur urat nadi perdagangan rempah dunia yang sangat sibuk.
Para pedagang dari berbagai belahan dunia seperti Arab, Cina, India, hingga Eropa berkumpul di sekitar pelabuhan Banten.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

