Coaching Clinic tersebut dilaksanakan dalam tujuh sesi pembahasan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai unit di lingkungan Sekretariat Jenderal ATR/BPN.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan sasaran strategis, penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Kegiatan (IKK), hingga penyelarasan cascading indikator dari tingkat kementerian, Kantor Wilayah BPN Provinsi, sampai Kantor Pertanahan.
Paparan disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) bersama seluruh Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal ATR/BPN.
Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan indikator yang terukur serta mekanisme pelaporan yang sesuai dengan standar pengelolaan kinerja nasional.
Ketua Penyelenggara Coaching Clinic yang juga Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama ATR/BPN, Bahrun Munawir, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi seluruh peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di daerah.
BACA JUGA:Menteri Nusron Dorong Transformasi ATR/BPN, Pelayanan Publik Berorientasi pada Masyarakat
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan perencanaan, penganggaran, serta sistem pengelolaan kinerja di lingkungan ATR/BPN.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 995 peserta yang terdiri atas pejabat administrator bidang perencanaan dan penganggaran, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi, serta Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.
Turut hadir sebagai keynote speaker Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah ATR/BPN, Andi Tenri Abeng.
Melalui penguatan implementasi IKU dan IKK ini, Kementerian ATR/BPN berharap seluruh satuan kerja mampu menghasilkan kinerja yang lebih berkualitas, akuntabel, serta selaras dengan target pembangunan nasional sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.