Timun dipadukan dengan kelapa sangrai dan udang galah, meski dalam beberapa variasi udang dapat diganti dengan kerang. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa gurih yang sederhana namun menggugah selera.
3. Nasi Subut
Nasi subut adalah sajian khas yang memadukan nasi putih, jagung pipil, dan potongan ubi jalar ungu.
BACA JUGA:Tren Korean Food Terus Melejit, Hidangan Korea Selatan Semakin Digandrungi Pecinta Kuliner Indonesia
Kombinasi tersebut memberikan warna ungu alami pada nasi sekaligus meningkatkan nilai gizinya.
Jagung dan ubi tidak dihaluskan, melainkan dimasak bersama nasi hingga matang.
Selain menjadi warisan kuliner turun-temurun, nasi subut juga dikenal sebagai pilihan makanan yang lebih kaya serat dan nutrisi dibandingkan nasi putih biasa.
4. Tudai
BACA JUGA:Ragam Kuliner Khas Bangkinang: Cita Rasa Unik dari Jantung Riau
Tudai merupakan hidangan berbahan dasar kerang tudai yang memiliki tekstur daging tebal dan lembut.
Kerang ini dapat diolah dengan berbagai cara, seperti direbus atau digoreng sesuai selera.
Di wilayah Nunukan, kerang tudai juga dikenal sebagai kerang darah. Habitatnya berada di kawasan estuari berlumpur yang banyak ditemukan di daerah pesisir.
5. Tumis Kapah
BACA JUGA:Wisata Kuliner Yogyakarta: 5 Rekomendasi Spot Makan dari Hidangan Klasik hingga Modern
Kapah adalah sejenis kerang laut yang banyak dijumpai di kawasan pantai berlumpur, terutama di Tarakan.
Dagingnya yang kenyal membuat kerang ini cocok diolah menjadi tumisan.