Mulai dari menentukan pergaulan, pekerjaan, hingga keputusan pribadi.
Tak jarang, kontrol tersebut dibungkus dengan alasan cinta, misalnya mengatakan bahwa semua aturan dibuat demi kebaikan pasangan. Padahal, tujuan utamanya adalah membatasi kebebasan.
2. Sulit Menjadi Diri Sendiri
Dalam hubungan yang sehat, setiap orang bebas mengekspresikan pendapat dan kepribadiannya.
Sebaliknya, pada toxic relationship seseorang sering merasa harus berhati-hati dalam berbicara atau bertindak karena takut memicu kemarahan pasangan.
Lama-kelamaan, kondisi ini membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri.
BACA JUGA:Kenali 7 Manfaat Daun Bangun-Bangun, Tanaman Herbal dengan Segudang Khasiat
3. Tidak Mendapat Dukungan
Pasangan yang sehat akan ikut bahagia saat melihat orang yang dicintainya berkembang.
Namun, dalam hubungan toksik, keberhasilan justru sering dianggap sebagai ancaman atau persaingan.
Alih-alih memperoleh apresiasi, seseorang justru menerima kritik yang menjatuhkan, ejekan, atau komentar yang meremehkan pencapaiannya.
4. Cemburu dan Posesif Berlebihan
Rasa cemburu dalam batas wajar memang umum terjadi.
Akan tetapi, jika pasangan selalu mencurigai, membatasi pergaulan, memeriksa ponsel, mengawasi aktivitas, atau melarang bertemu orang lain tanpa alasan yang jelas, hal tersebut dapat menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Sikap posesif juga sering membuat seseorang kehilangan ruang pribadi dan merasa selalu diawasi.
BACA JUGA:Kenali Beragam Manfaat Buah Ketapang untuk Menunjang Kesehatan Secara Alami