5. Klan
Masyarakat Mee terbagi ke dalam berbagai klan atau marga.
Di wilayah Dogiyai, beberapa marga yang dikenal antara lain Yobe, Tigi, Tekege, Dogomo, Agapa, Dimi, Petege, Pekey, Goo, Wakey, dan Boma.
Setiap klan memiliki simbol totem serta aturan atau pantangan adat yang diwariskan secara turun-temurun.
6. Mata Pencaharian
Kehidupan masyarakat Mee banyak bergantung pada sistem pertanian ladang yang dikenal dengan istilah bugi.
Dalam aktivitas bercocok tanam, terdapat pembagian tugas yang jelas antara laki-laki dan perempuan.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Danau Rayo, Danau Alami yang Menyimpan Kisah dan Warisan Budaya
Kaum laki-laki bertanggung jawab membuka lahan dan membangun pagar di sekeliling kebun.
Sementara itu, perempuan berperan dalam menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian.
Suku Mee merupakan salah satu suku asli Papua yang memiliki kekayaan budaya, sistem sosial, dan tradisi yang masih dijaga hingga kini.
Keberadaan mereka menjadi bagian penting dari keragaman budaya Indonesia yang patut dikenal dan dilestarikan.