1. Kepercayaan
Sebagian besar masyarakat Mee memeluk agama Kristen.
Namun, terdapat pula anggota masyarakat yang beragama Islam maupun agama lainnya.
Komunitas Muslim umumnya lebih banyak ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire.
BACA JUGA:Gunung Gajah di Pemalang, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Balik Kabut Pegunungan
2. Identitas Budaya
Masyarakat Mee lebih menyukai penyebutan "masyarakat Mee" karena dianggap mencerminkan identitas budaya mereka sebagai Makado Mee atau "manusia sejati".
Dalam kehidupan adat, mereka juga mengenakan pakaian tradisional yang disebut moge, yang dibuat dari kulit kayu.
3. Sistem Kekerabatan
BACA JUGA:Sisi Tersembunyi Sejarah: Mengapa Budak Menjadi Penggerak Utama Roda Perekonomian Romawi Kuno
Sistem kekerabatan masyarakat Mee bersifat patrilineal, yaitu mengikuti garis keturunan ayah (naitai).
Dalam sistem ini, laki-laki yang telah dewasa memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan penyelenggaraan adat.
4. Bahasa
Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Mee, khususnya dialek Dogiyai.
BACA JUGA:Menguak Misteri Gunung Lawu: Mengapa Tiga Makam Bersejarah Ini Jadi Pusat Ziarah Spiritual?
Bahasa ini menjadi sarana komunikasi utama di lingkungan masyarakat dan termasuk dalam kelompok bahasa Trans Irian, terutama rumpun dataran tinggi bagian barat.