Cephalgia Adalah Sakit Kepala? Ini Penjelasan Lengkap dan Jenisnya

Selasa 05-05-2026,21:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Keluhan sakit kepala termasuk masalah kesehatan yang sangat umum dan bisa dialami oleh siapa saja.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah cephalgia, yaitu rasa nyeri yang muncul di area kepala, wajah, hingga leher.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa cephalgia sering datang tanpa pola yang jelas, sehingga sulit diprediksi.

Walaupun kerap dianggap ringan, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

BACA JUGA:7 Ide Meja Sudut untuk Ruang Tamu Kecil, Bikin Ruangan Terlihat Lebih Luas dan Rapi!

Secara garis besar, cephalgia terbagi menjadi dua kategori, yakni primer dan sekunder.

Sakit kepala primer umumnya tidak dipicu oleh penyakit tertentu atau kelainan struktur tubuh. Nyeri yang dirasakan biasanya berasal dari gangguan pada saraf, otot, atau pembuluh darah di sekitar kepala dan leher.

Berbeda dengan itu, sakit kepala sekunder cenderung muncul mendadak dengan tingkat nyeri yang lebih berat. Jenis ini biasanya berkaitan dengan kondisi medis lain, seperti infeksi, cedera, atau gangguan kesehatan tertentu.

Penyebab cephalgia cukup beragam. Pada jenis primer, faktor risikonya bisa meliputi usia, riwayat keluarga, serta gangguan di area kepala dan leher.

Selain itu, gaya hidup juga berperan besar, seperti stres berlebihan, kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, dehidrasi, hingga konsumsi alkohol.

BACA JUGA:Nikmati Masa Tua dengan Tenang! Ini 5 Desain Rumah Desa Fungsional yang Bikin Hidup Lebih Santai

Lingkungan sekitar juga dapat memicu atau memperparah sakit kepala, misalnya perubahan cuaca atau paparan cahaya yang terlalu terang. Bahkan, beberapa jenis obat juga diketahui dapat memicu kondisi ini.

Sementara itu, cephalgia sekunder biasanya disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti tumor otak, infeksi, perdarahan, cedera, sleep apnea, kekurangan oksigen, hingga efek samping obat tertentu.

Di antara cephalgia primer, yang paling sering terjadi adalah sakit kepala tegang dan migrain. Sakit kepala tegang biasanya terasa seperti tekanan di seluruh bagian kepala dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini umumnya bisa diatasi dengan istirahat, cukup minum, dan obat pereda nyeri.

Sedangkan migrain memiliki gejala yang lebih kompleks, seperti nyeri berdenyut, mual, pusing, hingga sensitif terhadap cahaya dan suara. Penanganannya bisa dilakukan dengan beristirahat di tempat yang tenang, menggunakan kompres hangat atau dingin, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran.

Kategori :