Mengenal MULO, Sekolah Era Kolonial yang Membentuk Arah Pendidikan Indonesia

Rabu 29-04-2026,07:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah dinamika masa kolonial, muncul sebuah lembaga pendidikan yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan pendidikan di Indonesia, yaitu MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang berarti “pendidikan dasar lanjutan.”

MULO tidak hanya berfungsi sebagai sekolah setingkat menengah pertama, tetapi juga menjadi wadah lahirnya kalangan intelektual pribumi pada masa pemerintahan Belanda.

Perannya bahkan dianggap sebagai salah satu fondasi awal sistem pendidikan modern di Indonesia.

Latar Belakang Berdirinya MULO

Pada masa Hindia Belanda, kesempatan untuk mengenyam pendidikan sangat terbatas, khususnya bagi masyarakat pribumi.

Sekolah umumnya hanya diperuntukkan bagi anak-anak Eropa, keturunan asing, atau golongan elite tertentu.

BACA JUGA:Cuma Rp360 Juta, Jetour X70 Plus Hadirkan Kemewahan Selevel Mobil Miliaran dalam Format 7-Seater Premium

Pendidikan dasar seperti ELS (Europeesche Lagere School) menjadi tahap awal sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi tingkat menengah dalam pemerintahan kolonial, Belanda kemudian mendirikan MULO.

Sekolah ini mulai diperkenalkan sekitar tahun 1914 sebagai bagian dari kebijakan Politik Etis yang bertujuan memberikan akses pendidikan kepada pribumi, meskipun dengan batasan tertentu.

Tujuan dan Peran MULO

MULO setara dengan jenjang SMP saat ini dengan masa pendidikan sekitar tiga tahun. Kurikulum yang digunakan mengacu pada sistem pendidikan Eropa.

Lulusan MULO diarahkan untuk menjadi tenaga administrasi seperti juru tulis atau pegawai kantor, serta memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke sekolah lanjutan seperti HBS (Hogere Burger School) dan AMS (Algemene Middelbare School).

BACA JUGA:Minerva Electron M-2 Resmi Meluncur! Motor Listrik Baterai Swap yang Bikin Mobilitas Makin Praktis

Selain ilmu pengetahuan, MULO juga menanamkan nilai kedisiplinan dan pola pikir ala Eropa. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi bahasa Belanda, matematika, ilmu alam, sejarah, geografi, hingga pendidikan moral.

Akses yang Terbatas

Kategori :