Kitab-Kitab sihir paling kuno di dunia yang telah ditemukan.

Jumat 17-04-2026,11:00 WIB
Reporter : Deka
Editor : Almi

PAGARALAM POS.COM -  Keyakinan pada sihir ternyata telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Di masa lalu, orang-orang mencatatnya dalam bentuk kitab atau tablet. Apa saja? Sihir dan magis konon sudah ada seiring dengan keberadaan peradaban manusia di dunia.

Beberapa ekspedisi arkeologis pernah menemukan naskah-naskah yang berisi teks-teks sihir kuno di berbagai negara.

BACA JUGA:Menguak Sejarah Gunung Prau: Panorama Alam Purba dan Cerita Legenda yang Masih Hidup! Umumnya, sihir digunakan dalam upacara untuk mengusir roh-roh jahat, merubah kenyataan, dan meramalkan kejadian yang akan datang yang dipercayai oleh kelompok masyarakat tertentu.

Mereka biasanya meninggalkan persembahan kepada roh-roh terkait sebagai tindakan pemujaan. Pada zaman sebelum Masehi, sihir banyak dipraktikkan oleh masyarakat Mesopotamia, Mesir, Yudea, Roma, dan Yunani kuno.

Setelah Masehi, sihir mulai ditulis dalam bentuk buku yang dikenal sebagai "Grimoires". Grimoires adalah koleksi buku yang berisi campuran tentang mantra, rahasia alam, trik sulap, dan pengetahuan lama.

BACA JUGA:Jejak Kejayaan Raja Ternate: Menelusuri Makam Sultan Baabullah yang Sarat Sejarah

Para peneliti membutuhkan bertahun-tahun untuk menterjemahkan isi dari teks-teks tersebut. 1. Tablet Maqlu

Tablet Maqlu adalah naskah mantra dari masyarakat Mesopotamia kuno yang berisi ritual pembakaran.

Benda yang dibakar dalam upacara tersebut adalah patung-patung tanpa nama yang dianggap sebagai sarana untuk menyalurkan sihir. Tablet Maqlu diperkirakan ditulis pada sekitar tahun 700 Sebelum Masehi.

Menurut informasi dari Universitas Wuerzburg, ritual ini dilaksanakan selama satu malam dengan membaca lebih dari seratus mantra. Tablet ini berisi seratus mantra yang tertuang dalam delapan lempengan batu, termasuk petunjuk untuk upacara yang juga terdapat dalam sebuah lempengan batu.

Teks-teks mantra ini dirancang untuk mengembalikan keadaan individu yang terkena sihir dalam sebuah upacara yang berfungsi melawan sihir. Orang-orang yang dalam keadaan sekarat akan dikembalikan ke kehidupannya semula melalui proses penyucian atau pembatalan sihir. Sihr yang dibuat akan dikembalikan kepada pengirimnya.

BACA JUGA:Jejak Kejayaan Raja Ternate: Menelusuri Makam Sultan Baabullah yang Sarat Sejarah 2. Mantra Cinta Mesir Kuno

Para peneliti akhirnya dapat menemukan makna teks sihir Mesir kuno berusia 1300 tahun ini, yang diketahui sebagai resep untuk menemukan cinta. Dalam teks mantra cinta ini, terdapat gambaran dua makhluk mirip burung yang saling berhadapan dengan bagian kalimat yang berkaitan dengan tokoh dan kejadian dalam Alkitab.

Sihir dari mantra cinta Mesir ditulis dalam bahasa Koptik, yaitu bahasa Mesir kuno dengan penggunaan alfabet Yunani. Menurut Science Alert, seorang peneliti dari Universitas Strasbourg Perancis, Korshi Dosoo, melakukan analisis perbandingan antara sihir mantra cinta ini dengan artefak-artefak papirus lain. "Gambar ini memperlihatkan kesamaan dengan beberapa tabel sejenis dari teks yang sama, dan analisis terhadap gambar-gambar ini, serta bukti tekstual, menunjukkan bahwa gambar-gambar tersebut bisa diartikan sebagai representasi ritual yang bertujuan untuk menyatukan dua orang kekasih," ungkap Dosoo. Teks sihir mantra cinta tersebut kini tersimpan di Universitas Macquarie, Australia, bersama dengan 900 fragmen papirus lainnya.

Kategori :