PAGARALAMPOS.COM – Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Selasa (7/4) dini hari sekira pukul 01.36 WIB.
Merespons kejadian tersebut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo langsung mengambil langkah mitigasi dengan menutup total aktivitas pendakian menuju puncak.
Kepala KPH Wilayah X Dempo, Hery Mulyono, menegaskan bahwa penutupan ini dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan guna menjamin keselamatan pengunjung dan pendaki.
“Aktivitas pendakian kita hentikan sementara sambil menunggu informasi selanjutnya. Kami juga sudah melakukan pembatalan atau cancel bagi pendaki yang baru melapor untuk naik hari ini,” tegas Hery.
BACA JUGA:Gunung Dempo Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 2.500 Meter
BACA JUGA:Dramatis di Jalur Gunung Dempo, Pendaki Dievakuasi Itu Warga Palembang dan Jambi
BACA JUGA:12 Jam Lemas Akibat Cedera dan Hipotermia, 3 Pendaki Gunung Dempo Ini Berhasil Dievakuasi
Bahkan pendaki yang tengah berada di puncak pihaknya perintahan untuk segera turun. Sebelumnya berdasarkan siaran pers PVMBG, Disebutkan secara visual teramati kolom erupsi berwarna kelabu, intensitas tebal, dan condong ke arah timur dengan ketinggian ± 2.500 m di atas puncak (± 5.673 m di atas permukaan laut).
Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 2 menit 56 detik. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di sisi timur pada jarak 4,7 km dari puncak.
Saat ini, Gunung Dempo masih berada pada Status Level II (Waspada). Pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat maupun wisatawan. Masyarakat dan pengunjung dilarang mendekati atau bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi - Gunung Dempo dalam radius 1 km.
Larangan juga berlaku sejauh 2 km ke arah bukaan kawah di sektor Utara. Langkah ini diambil mengingat kawah merupakan pusat letusan yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas vulkanik berbahaya bagi keselamatan jiwa.