Gunakan belahan bambu yang diserut halus untuk lantai. Pasang dengan jarak antar bambu sekitar 1,5 – 2 cm. Jarak ini cukup lebar agar kotoran jatuh dengan sendirinya, namun tetap rapat agar kaki ayam tidak terperosok atau terjepit.
BACA JUGA:Desain Kandang Ayam Pedaging di Belakang Rumah, Praktis dan Menguntungkan!
3. Dinding Semi-Terbuka untuk Sirkulasi
Jangan menutup seluruh dinding dengan rapat. Gunakan susunan bambu secara vertikal (jeruji) dengan jarak 2–3 cm.
Ini memastikan angin bisa masuk dari segala arah sehingga kandang tetap sejuk dan anti pengap meskipun di cuaca panas.
4. Atap dengan Kemiringan Ideal
Buat atap dengan kemiringan minimal 30 derajat. Pastikan sisi depan atap lebih tinggi untuk membuang panas lebih cepat. Berikan sisa atap (overstek) yang lebar agar air hujan tidak tempias masuk ke dalam area tidur ayam.
BACA JUGA:10 Ide Kandang Ayam Konsep Farmhouse, Tampilan Mewah dan Tetap Bersih Tanpa Aroma Tak Sedap
5. Wadah Pakan dan Minum di Luar
Untuk menjaga kebersihan, letakkan wadah pakan dan minum di bagian luar jeruji bambu. Ayam cukup menjulurkan kepala untuk makan. Hal ini mencegah pakan tumpah ke dalam lantai kandang yang bisa mengundang lalat dan jamur.
Tips Perawatan Agar Tetap Bersih
Taburkan sekam atau kapur di bawah kandang (lantai tanah) untuk menyerap bau kotoran.
Semprotkan disinfektan alami (rebusan daun sirih atau cuka) seminggu sekali pada jeruji bambu agar terhindar dari kutu ayam.