5 Desain Kandang Ayam Dry-Litter Terbaru 2026: Ternak Lebih Sehat, Lingkungan Tetap Nyaman
Desain kandang ayam sistem dry-litter-net-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Masalah utama peternakan ayam di pemukiman atau lahan terbatas adalah bau yang menyengat dan lalat.
Namun, dengan teknologi Deep Bedding Dry-Litter, kotoran ayam tidak lagi menjadi limbah yang menjijikkan, melainkan bahan kompos yang berharga. Kunci keberhasilan sistem ini terletak pada sirkulasi udara dan pemilihan material alas (litter) yang tepat.
Berikut adalah 5 inspirasi desain kandang revolusioner yang bisa Anda terapkan:
BACA JUGA:10 Ide Kandang Ayam Konsep Farmhouse, Tampilan Mewah dan Tetap Bersih Tanpa Aroma Tak Sedap
1. Desain "The Greenhouse Vent" (Sirkulasi Atap Transparan)
Desain ini menggunakan sebagian atap berbahan polikarbonat transparan untuk memasukkan sinar matahari ke lantai kandang. Sinar UV membantu membunuh bakteri dan menjaga alas kandang tetap kering.
Keunggulan: Panas matahari mempercepat penguapan air dari kotoran, sehingga sistem dry-litter bekerja maksimal.
2. Kandang Semi-Open dengan Dinding High-Mesh
Menggunakan dinding kawat atau jaring setinggi 2 meter untuk memastikan angin bertiup bebas di permukaan lantai. Di iklim tropis, aliran udara horizontal sangat penting agar amonia tidak mengendap di lapisan bawah alas.
Material Litter: Campuran sekam padi, serbuk gergaji, dan kapur pertanian (dolomit) untuk menyeimbangkan pH.
BACA JUGA:10 Desain Kandang Ayam Gaya Farmhouse yang Estetik, Halaman Jadi Elegan dan Bebas Bau
3. Model "Deep Pit" Terintegrasi Kompos
Lantai kandang dibuat sedikit lebih rendah (sekitar 20–30 cm) dari permukaan tanah sekitarnya untuk menampung lapisan litter yang tebal. Setiap 1-2 minggu, lapisan atas hanya perlu diaduk atau ditambah material baru.
Keunggulan: Anda hanya perlu memanen pupuk kandang setiap 6 bulan sekali tanpa perlu membersihkan kotoran setiap hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
