PAGARALAMPOS.COM - Bagi pemilik rumah di lahan sempit atau di dalam gang, menempatkan toren air sering kali menjadi dilema. Jika diletakkan sembarangan, toren bisa memakan ruang berharga atau bahkan membahayakan struktur bangunan karena beban air yang sangat berat (1 liter air = 1 kg).
Namun, dengan perencanaan yang matang, Anda bisa menyembunyikan atau mengintegrasikan toren air tanpa membuat rumah terlihat penuh. Berikut adalah 9 rekomendasi letak toren air terbaik untuk rumah sempit:
1. Di Atas Kamar Mandi (Dak Beton Internal)
Memanfaatkan area di atas plafon kamar mandi yang didak beton adalah pilihan paling umum. Karena area ini biasanya tidak digunakan untuk aktivitas lain, menaruh toren di sini akan menghemat ruang luar rumah Anda.
BACA JUGA:Inspirasi Penempatan Toren Air di Rumah Minimalis yang Tidak Mengganggu Tampilan!
2. Menara Besi di Sudut Halaman Belakang
Jika Anda masih memiliki sisa lahan kecil di belakang, gunakan menara besi vertikal. Menara ini memungkinkan area di bawah toren tetap bisa digunakan untuk meletakkan mesin cuci atau gudang peralatan kebun.
3. Area Dak Jemuran (Split Level)
Manfaatkan salah satu sudut di area jemuran lantai dua. Gunakan dudukan beton yang kuat dan pastikan posisinya berada tepat di atas kolom (tiang) struktur bangunan agar beban toren tersalurkan langsung ke pondasi.
4. Tersembunyi di Dalam "Fasad" Rumah
Anda bisa mendesain dinding tambahan pada fasad (tampilan depan) rumah yang berfungsi sebagai penutup toren. Dari luar, toren tidak terlihat karena tertutup elemen arsitektur, namun akses perawatannya tetap mudah.
BACA JUGA:Pilihan Meja Marmer Mewah untuk Rumah Bergaya Klasik & Kontemporer!
5. Di Atas Tangga (Void Tangga)
Area di atas tangga seringkali memiliki ruang kosong yang cukup tinggi. Dengan membuat dak beton tambahan di atas struktur tangga, Anda bisa menempatkan toren di sana tanpa mengganggu estetika interior.
6. Toren Tanam (Underground Tank)