BACA JUGA:Jangan Asal Taruh! Ini Rahasia Menata Pot di Bawah Jendela yang Bikin Tetangga Auto Melirik
Biaya Material dan Pemasangan
Jika berbicara soal biaya awal, seng jelas lebih ramah di kantong. Harga seng relatif murah dan bobotnya ringan, sehingga biaya pemasangan pun lebih hemat.
Proses pemasangannya juga lebih cepat karena tidak membutuhkan rangka atap yang terlalu kuat.
Genteng memiliki harga yang lebih tinggi, baik dari sisi material maupun pemasangan.
Bobot genteng yang berat mengharuskan rangka atap lebih kokoh, yang otomatis menambah biaya konstruksi. Namun, biaya ini bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang karena umur pakainya yang lama.
Perawatan dan Perbaikan
Genteng tergolong mudah dirawat. Jika ada genteng yang retak atau pecah, Anda cukup menggantinya satu per satu tanpa harus membongkar seluruh atap.
Risiko kebocoran juga relatif kecil jika pemasangan dilakukan dengan benar. Atap seng memerlukan perhatian lebih, terutama untuk mencegah karat dan kebocoran di sambungan.
Sekrup atau paku yang longgar bisa menjadi sumber rembesan air. Meski perawatannya tidak rumit, seng biasanya membutuhkan pengecekan berkala agar tetap awet.
BACA JUGA:Sudut Tenang di Teras Belakang Rumah: Kecil Tapi Bikin Betah
Estetika dan Kesesuaian Desain
Dari segi tampilan, genteng menawarkan variasi bentuk dan warna yang lebih beragam, cocok untuk rumah bergaya tradisional hingga modern.
Genteng juga memberi kesan rumah yang lebih “mapan” dan permanen.
Seng cenderung tampil sederhana dan fungsional.
Namun, untuk rumah minimalis atau industrial, atap seng justru bisa menjadi pilihan yang pas karena tampilannya yang bersih dan modern.