Genteng atau Seng? Ini Perbandingan Atap Rumah Paling Awet, Sejuk, dan Hemat Biaya!

Senin 09-02-2026,06:27 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM -  Memilih material atap rumah bukan sekadar urusan tampilan, tetapi juga menyangkut kenyamanan, ketahanan, serta biaya jangka panjang.

Dua pilihan yang paling sering dibandingkan adalah genteng dan seng. Keduanya punya karakter berbeda, kelebihan masing-masing, dan tentu saja kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Lalu, mana yang sebenarnya lebih awet, tahan panas, dan efisien secara biaya untuk rumah Anda?

BACA JUGA:ide kebun zucchini di plybag yang menyulap area rumah jadi sejuk dan asri

Ketahanan dan Umur Pakai

Dari sisi keawetan, genteng umumnya unggul. Genteng tanah liat, beton, maupun keramik dikenal mampu bertahan puluhan tahun, bahkan bisa mencapai 30–50 tahun jika pemasangan dan perawatannya tepat.

Material ini relatif kuat terhadap cuaca ekstrem seperti hujan deras dan terik matahari.

Sementara itu, atap seng memiliki umur pakai yang lebih pendek, rata-rata 10–20 tahun tergantung kualitas bahan dan lapisan pelindungnya.

Seng rentan terhadap karat, terutama di daerah dengan kelembapan tinggi atau dekat pantai. Meski begitu, seng modern dengan lapisan antikarat kini jauh lebih tahan dibandingkan seng konvensional.

BACA JUGA:Ciptakan Kedamaian di Rumah! Inspirasi Desain Ruang Ibadah Keluarga Modern yang Nyaman dan Estetik

Ketahanan Terhadap Panas

Soal kenyamanan suhu di dalam rumah, genteng kembali punya nilai plus. Struktur dan ketebalan genteng membantu meredam panas matahari sehingga suhu ruangan di bawahnya cenderung lebih sejuk.

Hal ini membuat genteng cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia. Sebaliknya, seng dikenal sebagai material yang cepat menyerap panas.

Saat siang hari, atap seng bisa membuat suhu di dalam rumah terasa lebih gerah.

Namun, kekurangan ini bisa diatasi dengan penambahan lapisan peredam panas atau plafon yang baik. Artinya, seng tetap bisa digunakan dengan nyaman asalkan ada perlakuan tambahan.

Kategori :