Sumsel Inisiasi Pembangunan Pabrik Bioavtur di Banyuasin

Kamis 29-01-2026,19:06 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM – Upaya mendorong nilai tambah komoditas perkebunan terus dipacu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui langkah konkret hilirisasi industri energi terbarukan. Salah satunya ditandai dengan dimulainya pembangunan pabrik pengolahan kelapa menjadi bahan baku bioavtur di Kabupaten Banyuasin.

Proyek strategis ini diwujudkan melalui pembangunan pabrik Coconut Crude Oil (CCO) milik PT Green Power Palembang dengan total nilai investasi mencapai Rp310 miliar. Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 3 hektare dan merupakan hasil kerja sama dengan investor asal Jepang.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik dilakukan sebagai simbol dimulainya transformasi pengolahan komoditas kelapa lokal yang selama ini didominasi produk mentah, menuju produk energi hijau bernilai ekonomi tinggi untuk pasar global.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan pembangunan pabrik bioavtur ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur industri berbasis energi terbarukan di Sumsel, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani kelapa.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Mulai jaga Distribusi dan Stabilitas Harga Daerah

BACA JUGA:Karantina Sumsel Sertifikasi 95.400 Benih Kelapa Sawit Ekspor ke Peru

Menurut Herman Deru, kebutuhan bioavtur sebagai campuran bahan bakar pesawat terus meningkat seiring komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon. Oleh karena itu, daerah penghasil kelapa seperti Sumsel harus mampu menjawab peluang tersebut dengan memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar investasi, tapi bagian dari upaya Sumsel berkontribusi pada transisi energi dunia. Bioavtur sangat dibutuhkan maskapai penerbangan internasional, sehingga kita harus siap dari sisi pasokan kelapa dan ekosistem industrinya,” ujar Herman Deru, Kamis (29/1/2026).

Presiden Direktur PT Green Power Palembang, Emi Sekiya, menjelaskan pabrik CCO ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 ton per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Produk CCO tersebut nantinya akan menjadi bahan baku utama dalam proses lanjutan produksi bioavtur.

Ia menambahkan, proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada April 2027 dan diharapkan mampu menyerap sekitar 500 tenaga kerja lokal, baik pada tahap konstruksi maupun operasional pabrik.

BACA JUGA:Atasi Blankspot Jalur PALI–Musi Rawas, Pemprov Sumsel Geber Pembangunan Dua Titik BTS

BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Berbasis Syariah, Pemprov Sumsel Minta KDEKS Lebih Proaktif

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Japan Business Network, Suyoto Rais, menyebut keberlanjutan proyek ini ditopang oleh potensi perkebunan kelapa di Banyuasin yang mencapai 101.641 hektare. Luasan tersebut dinilai sangat memadai untuk menjamin pasokan bahan baku pabrik dalam jangka panjang.

Selain ketersediaan kelapa, faktor infrastruktur juga menjadi penunjang utama kelancaran investasi. Dengan akses jalan yang baik dan dukungan pemerintah daerah, pihak investor optimistis pabrik bioavtur ini dapat beroperasi optimal dan menjadi model hilirisasi komoditas perkebunan di Sumatera Selatan

Kategori :