Perusahaan besar seperti Samsung dan Huawei telah lebih dulu memperkenalkan mode desktop berbasis Android.
Namun, NexPhone mengadopsi pendekatan yang lebih radikal dengan menyajikan sistem operasi desktop yang sepenuhnya. Langkah ini juga sejalan dengan meningkatnya permintaan untuk cara kerja yang fleksibel dan pekerjaan jarak jauh.
Sebuah perangkat yang bisa menggantikan fungsi smartphone dan PC diyakini mampu menyederhanakan ekosistem perangkat sekaligus meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, pendekatan yang diambil oleh NexPhone juga mempunyai tantangan dalam hal adopsi.
Faktor harga, kecocokan aplikasi, dan ketahanan baterai akan menentukan apakah konsep ini bisa diterima secara luas atau hanya menjadi produk khusus.
BACA JUGA:Review prosesor Samsung Galaxy A05 : Harga Sejutaan cocok buat kamu Implikasi bagi Industri Smartphone dan Komputasi
Apabila NexPhone mampu menarik perhatian pasar yang diinginkan, perangkat ini berpotensi menciptakan kategori baru di bidang mobile.
Smartphone tidak hanya dijadikan sebagai alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi pusat komputasi yang utama. Untuk industri teknologi, NexPhone memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu berasal dari perusahaan besar.
Eksperimen seperti ini sering kali menjadi pemicu perubahan yang lebih luas, terutama ketika tuntutan pengguna semakin beralih ke mobilitas dan efisiensi. Di masa depan, konsep multiboot dan pengganti desktop yang diusung oleh NexPhone berpotensi memengaruhi strategi produsen lain, khususnya dalam menciptakan perangkat yang bisa menghubungkan dunia mobile dan desktop tanpa banyak kompromi. Dengan pendekatan teknis yang berani, NexPhone membuktikan bahwa perkembangan smartphone masih jauh dari kebuntuan.
Perangkat ini menandai usaha serius untuk mengintegrasikan tiga ekosistem sistem operasi dalam satu perangkat, sekaligus menawarkan pandangan baru mengenai masa depan komputasi pribadi.