Probiotik khusus ikan (bakteri Bacillus) untuk mengurai kotoran menjadi pakan. Biarkan air hingga berwarna kecokelatan atau kehijauan (tanda mikroorganisme sudah hidup).
BACA JUGA:Budidaya Lele Rasa Estetik: 9 Inspirasi Kolam Multifungsi Sekaligus Taman Air
4. Pemilihan dan Penebaran Benih Unggul
Pilih benih lele jenis Sangkuriang atau Mutiara berukuran 7-9 cm. Sebelum ditebar, lakukan aklimatisasi dengan cara mengapungkan plastik wadah lele di atas air ember selama 15 menit agar suhu stabil. Kapasitas ideal untuk ember 80 liter adalah 60–80 ekor.
5. Manajemen Pemberian Pakan
Berikan pakan pelet berkualitas 2-3 kali sehari (pagi dan sore/malam). Gunakan dosis 3-5% dari berat tubuh ikan. Penting: Selalu bibis (basahi) pelet dengan sedikit air probiotik sebelum diberikan agar perut lele tidak kembung dan sisa pakan lebih mudah diurai bakteri.
BACA JUGA:9 Model Kolam Ternak Lele Sekaligus Taman Air, Tren Budidaya Estetik
6. Pengontrolan Kualitas Air (Sipon)
Meskipun bioflok jarang ganti air, Anda tetap perlu membuang endapan kotoran di dasar ember (sipon) secara berkala, sekitar 10-20% air setiap minggu, lalu tambahkan air baru beserta sedikit probiotik. Pastikan bau air tetap segar (aroma tanah/fermentasi) dan tidak bau busuk.
7. Panen Bertahap dan Sortir
Lele biasanya siap panen dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan. Lakukan penyortiran ukuran setiap 2 minggu sekali agar lele yang besar tidak memakan lele yang kecil (kanibalisme). Lele yang sudah berukuran 8-10 ekor per kilogram siap dikonsumsi.