Tak hanya untuk kepentingan pribadi, ia juga membantu anggota keluarganya dalam mengurus beberapa sertipikat tanah di wilayah yang berbeda, mulai dari Jakarta hingga Tangerang.
BACA JUGA:Transformasi Digital ATR/BPN Permudah Layanan Pertanahan bagi Masyarakat
“Sudah pakai antrean online dan cek berkas.
Kebetulan saya juga bantu keluarga mengurus sertipikat di beberapa daerah.
Aplikasinya satu, tapi bisa dipakai untuk banyak lokasi, jadi sangat membantu,” tuturnya.
Menurut Elsa, keunggulan utama aplikasi Sentuh Tanahku terletak pada kemampuannya menampilkan status pengurusan berkas secara real time.
Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui tahapan proses yang sedang berlangsung tanpa harus bolak-balik datang ke kantor pertanahan.
BACA JUGA:ATR/BPN Peringati Hari Ibu ke-97, Tegaskan Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
Ia bahkan mengibaratkan sistem pemantauan tersebut seperti layanan transportasi daring yang menampilkan posisi dan tahapan perjalanan secara jelas.
“Statusnya kelihatan, sekarang berkasnya ada di bagian mana, sedang diproses siapa.
Dari satu divisi ke divisi lain terasa cepat. Kita jadi tahu berkasnya ada di mana. Jujur, ini cukup mengagumkan,” katanya.
Pengalaman Elsa menjadi cerminan bahwa digitalisasi layanan pertanahan melalui aplikasi Sentuh Tanahku semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kehadiran aplikasi ini tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga meningkatkan transparansi serta memberikan kepastian informasi dalam setiap tahapan pengurusan pertanahan.
Dengan pemanfaatan teknologi digital yang terus dikembangkan, ATR/BPN berupaya menghadirkan layanan pertanahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.