Di tengah krisis energi, keterbatasan tersebut justru dianggap sebagai keunggulan.
BACA JUGA:Baker Electric, Pelopor Mobil Listrik Jadul dengan Indikator Baterai Canggih Di Massanya
Salah satu pencapaian terbesar CitiCar adalah angka penjualannya.
Dengan total produksi lebih dari 2.000 unit, CitiCar tercatat sebagai mobil listrik terlaris di dunia hingga akhir abad ke-20, sebelum akhirnya rekor tersebut diambil alih oleh mobil listrik modern.
Pencapaian ini sangat signifikan, mengingat minimnya dukungan infrastruktur dan teknologi baterai pada masa itu.
CitiCar menjadi populer karena harganya relatif terjangkau dan biaya operasional yang rendah.
Mobil ini tidak memerlukan bensin, perawatannya sederhana, dan cocok digunakan di kawasan perkotaan yang padat.
BACA JUGA:Ingin Punya Polytron G3? Begini Simulasi Angsuran Kredit Mobil Listrik SUV Terbaru
Bagi sebagian masyarakat Amerika yang terdampak krisis minyak, CitiCar hadir sebagai simbol perlawanan terhadap ketergantungan energi fosil.
Namun, popularitas CitiCar tidak bertahan lama. Ketika krisis minyak mereda dan harga bensin kembali stabil, minat terhadap mobil listrik kembali menurun.
Keterbatasan performa, desain yang dianggap terlalu ekstrem, serta teknologi baterai yang belum berkembang membuat CitiCar sulit bersaing dengan mobil bensin konvensional.
BACA JUGA:Liburan Lebih Hemat dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Mobil Hybrid Keluarga!
Produksi CitiCar dihentikan pada 1977, menandai berakhirnya salah satu eksperimen paling berani dalam sejarah mobil listrik.
Meski demikian, warisan CitiCar tetap penting. Mobil ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa diproduksi secara massal dan diterima pasar, bahkan di tengah keterbatasan teknologi.
Kini, Sebring-Vanguard CitiCar dikenang sebagai ikon mobil listrik era krisis energi, kendaraan sederhana yang lahir dari kebutuhan mendesak dan menjadi pengingat bahwa inovasi sering muncul dari tekanan zaman.