Pemkot PGA

Henney Kilowatt, Mobil Listrik Produksi Massal Pertama di Dunia Gagal Populer Akibat Batre Mahal

Henney Kilowatt, Mobil Listrik Produksi Massal Pertama di Dunia Gagal Populer Akibat Batre Mahal

Henney Kilowatt, Mobil Listrik Produksi Massal Pertama di Dunia Gagal Populer Akibat Batre Mahal-NET-

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah dominasi mobil bensin pada era pasca-Perang Dunia II, Amerika Serikat sempat mencoba kembali melirik kendaraan listrik. 

Salah satu upaya paling berani datang dari Henney Kilowatt, mobil listrik yang diproduksi secara terbatas antara 1959 hingga 1961. 

Kendaraan ini tercatat sebagai mobil listrik produksi massal pertama di Amerika Serikat, sebuah pencapaian penting yang sayangnya tidak berujung sukses di pasar.

Henney Kilowatt merupakan hasil kolaborasi antara Henney Coachworks, perusahaan karoseri ternama, dengan National Union Electric Company. 

BACA JUGA: Detroit Electric, Mobil Listrik Favorit Awal Abad ke-20 yang Pernah Dimiliki Albert Einstein

Mobil ini dibangun menggunakan basis Renault Dauphine, mobil kecil asal Prancis yang saat itu cukup populer karena desainnya ringkas dan efisien. 

Dengan mengadopsi platform Dauphine, Henney berharap dapat menghadirkan mobil listrik yang praktis untuk kebutuhan perkotaan.

Dari sisi desain, Henney Kilowatt tidak terlihat eksperimental seperti mobil listrik modern. 

Tampilannya nyaris sama dengan mobil bensin konvensional, sebuah strategi untuk menarik konsumen agar lebih mudah menerima teknologi baru. 

BACA JUGA:Baker Electric, Pelopor Mobil Listrik Jadul dengan Indikator Baterai Canggih Di Massanya

Namun di balik bodinya, Henney Kilowatt menyimpan sistem penggerak listrik yang cukup maju untuk masanya.

Mobil ini dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum sekitar 96 kilometer per jam, angka yang terbilang impresif untuk mobil listrik akhir 1950-an. 

Performa tersebut membuat Henney Kilowatt tidak hanya cocok untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga mampu melaju di jalan raya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: