Dengan harga relatif rendah (unit saja, tanpa baterai), dan konsep baterai swap, model ini dibuat supaya ringan di kantong dan praktis untuk mobilitas harian — cocok untuk pengguna urban dengan perjalanan pendek.
Ini juga bagian dari strategi Yamaha untuk mendukung transisi ke kendaraan ramah lingkungan, terutama mobilitas perkotaan berbasis listrik.
BACA JUGA:Mengintip Spesifikasi Oppo Find X9 Ultra: Calon Jawara Flagship 2025 dengan Teknologi Terbaru!
BACA JUGA:GPX Drone 150 Tawarkan Teknologi Kekinian, Penantang Serius Honda PCX dan Yamaha NMAX
Catatan & keterbatasan
Karena baterainya tidak termasuk dalam paket dasar, pengguna harus ikut layanan swap agar bisa pakai Jog E — artinya daya jangkau dan kemudahan tergantung infrastruktur swap tersedia atau tidak.
Jarak tempuh hanya ±53 km per baterai — cukup untuk pemakaian harian dalam kota, tapi kurang cocok untuk perjalanan jauh tanpa akses swap atau charger.
Saat ini penjualan dibatasi untuk Tokyo dan Osaka — belum jelas kapan (atau apakah) akan dirilis ke pasar lain, seperti Indonesia.