Dalam pandangannya, memori terbentuk melalui pengalaman dan hubungan antaride. Pemikirannya ini menjadi salah satu dasar awal dalam studi psikologi dan ilmu kognitif.
Etika dan Pembiasaan Diri
Melalui karya Etika Nikomakea, Aristoteles menegaskan bahwa kebajikan lahir dari kebiasaan. Menurutnya, karakter seseorang terbentuk dari tindakan yang dilakukan secara berulang dan sadar.
Observasi Alam sebagai Sumber Ilmu
Ia meyakini bahwa pengetahuan sejati diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap alam. Pendekatan empiris inilah yang kelak menjadi fondasi metode ilmiah modern.
BACA JUGA:Labu Air dan Kesehatan: 7 Keunggulan yang Wajib Kamu Tahu
Dasar bagi Metode Ilmiah Modern
Dengan menggabungkan pengamatan dan penalaran deduktif, Aristoteles meletakkan prinsip-prinsip berpikir ilmiah yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh tokoh-tokoh seperti Galileo dan Newton.
Retorika dan Seni Estetika
Dalam karya Rhetoric dan Poetics, Aristoteles membahas seni berbicara, komunikasi, dan keindahan. Pemikirannya menjadi dasar bagi teori retorika dan estetika yang masih dipelajari hingga kini.
Metafisika dan Konsep Penyebab Pertama
Aristoteles memperkenalkan gagasan tentang “Penyebab Pertama” (The Prime Mover), yaitu sumber utama dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Ide ini sangat berpengaruh dalam perkembangan teologi dan filsafat Barat.
BACA JUGA:Ini Dampak Mengonsumsi Kopi Setelah Minum Obat: Waspadai Efeknya bagi Kesehatan Tubuh!
Pandangan tentang Fisika dan Alam Semesta
Ia membedakan dunia bumi (sublunar) dan langit (supralunar), serta mencoba menjelaskan fenomena alam melalui pendekatan rasional dan filosofis.
Bahasa dan Makna Metafora