2. Cuaca dan Navigasi
Segitiga Bermuda dikenal memiliki cuaca ekstrem seperti badai tropis dan arus laut kuat. Kondisi ini berpotensi membuat alat navigasi mengalami gangguan dan menyebabkan pilot atau kapten kapal kehilangan arah.
Dalam banyak kasus, kesalahan manusia dan kondisi cuaca buruk menjadi kombinasi fatal yang menjelaskan sebagian besar insiden.
BACA JUGA: Kegunaan Cacing Tanah dan Manfaatnya untuk Kesehatan serta Lingkungan!
3. Gangguan Medan Magnet
Ada teori yang menyebut bahwa anomali magnetik di wilayah ini memengaruhi kompas dan alat navigasi lainnya, membuat arah perjalanan melenceng. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kompas tiba-tiba berputar tidak beraturan ketika melintasi area tertentu di Segitiga Bermuda.
4. Teori UFO dan Dunia Lain
Bagi sebagian orang, hilangnya pesawat dan kapal dihubungkan dengan keberadaan makhluk luar angkasa atau gerbang menuju dimensi lain. Walau belum terbukti secara ilmiah, teori semacam ini tetap populer di kalangan pecinta misteri dan konspirasi.
Pandangan Ilmiah dan Fakta Lapangan
Sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa Segitiga Bermuda tidak lebih berbahaya dibanding wilayah laut lainnya yang memiliki tingkat aktivitas pelayaran dan penerbangan serupa. Statistik menunjukkan jumlah kecelakaan di wilayah ini tidak jauh berbeda dengan area laut lepas lain di dunia.
BACA JUGA:7 Kegunaan Buah Mengkudu untuk Kesehatan
Artinya, banyak “misteri” di Segitiga Bermuda bisa dijelaskan melalui faktor alami seperti cuaca, human error, dan kondisi geografis
Hingga kini, Segitiga Bermuda tetap menjadi teka-teki yang menarik perhatian dunia. Meskipun banyak teori telah mencoba menjelaskannya, daya tarik misterius wilayah ini tak pernah pudar.
Entah karena faktor ilmiah, mitos, atau sekadar legenda yang diwariskan, Segitiga Bermuda terus menjadi simbol dari keajaiban dan misteri alam semesta yang belum sepenuhnya terungkap.