PAGARALAMPOS.COM - Air merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Tubuh memerlukannya setiap hari untuk menjaga fungsi organ, metabolisme, dan keseimbangan cairan.
Namun, tidak semua air memiliki komposisi yang sama.
Di pasaran, tersedia berbagai jenis air, termasuk air mineral, air RO (Reverse Osmosis), dan air demineral. Banyak orang masih bingung mengenai perbedaan antara air mineral dan air demineral, serta dampaknya bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Apa Itu Air Demineral?
Air demineral adalah air yang telah melalui proses penyaringan sehingga sebagian besar mineralnya hilang.
Metode yang umum digunakan meliputi distilasi, ion exchange, atau reverse osmosis (RO).
BACA JUGA:Mengenal Nothing Phone 4, HP Modern dengan Desain dan Teknologi Terbaru
Tujuan pemurnian ini adalah menghilangkan zat terlarut seperti kalsium, magnesium, natrium, dan logam lain, sehingga air menjadi murni secara kimia.
Air demineral biasanya digunakan untuk keperluan industri, laboratorium, atau medis, bukan untuk konsumsi sehari-hari. Contohnya: sistem pendingin mesin, produksi obat-obatan, atau proses kimia yang membutuhkan air bebas mineral agar reaksi berjalan optimal.
Perbedaan Air Demineral dan Air Mineral
Perbedaan utama terletak pada kandungan mineral:
Air mineral mengandung mineral alami yang bermanfaat, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), dan natrium (Na). Mineral ini penting untuk keseimbangan elektrolit, kesehatan tulang, serta fungsi jantung dan otot.
BACA JUGA:Kelebihan Yamaha Grand Filano: Skutik Stylish dengan Teknologi Canggih dan Efisiensi Tinggi!
Air demineral hampir tidak mengandung mineral. Hasilnya adalah air murni (H₂O) yang cenderung hambar karena tidak ada komponen mineral yang memberi rasa.
Selain itu, tujuan penggunaan juga berbeda. Air mineral ditujukan untuk konsumsi manusia, sedangkan air demineral lebih cocok untuk kebutuhan teknis atau industri. Meski begitu, beberapa produk air demineral kemasan kini dijual untuk diminum karena hasil RO dianggap sangat bersih.