Perjuangan MH Thamrin tidak hanya dikenang melalui patung, tetapi juga lewat nama jalan, sekolah, dan gedung yang tersebar di berbagai daerah.
Semangatnya dalam membela rakyat, menuntut keadilan, serta keberaniannya berbicara di depan kekuasaan menjadi teladan bagi generasi saat ini.
Ia wafat pada 11 Januari 1941 saat berada dalam tahanan rumah oleh pemerintah kolonial Belanda. Meski tidak menyaksikan kemerdekaan, semangat dan ide-idenya menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.