Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Banyuasin dengan 39.710 kasus, disusul Muara Enim (32.996), Musi Banyuasin (32.745), dan Ogan Komering Ilir (26.064).
Sementara daerah dengan jumlah kasus terendah tercatat di Pagar Alam (2.260) dan Ogan Ilir (2.375 kasus).
BACA JUGA:Terima Bantuan Obat Obatan dari DInkes, M Rolan : Dukung Pelayanan Kesehatan di Lapas
BACA JUGA:Dinkes Gelar Advokasi, Bimtek Pokjanal Posyandu dan Puskesmas
Meski demikian, Ira menegaskan bahwa wilayah perkotaan seperti Palembang saat ini belum menunjukkan peningkatan signifikan akibat kabut asap.
“Biasanya Palembang menjadi wilayah paling terdampak, tapi hingga awal Oktober ini belum ada kabut asap yang cukup tebal untuk meningkatkan kasus ISPA secara drastis,” ujarnya menambahkan.
Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan masker, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“Jika mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar tidak berkembang menjadi gangguan pernapasan berat,” tegas Ira.
Dinkes Sumsel juga berencana memperkuat pemantauan penyakit berbasis lingkungan.
Upayanya dengan melibatkan puskesmas di seluruh kabupaten/kota, terutama saat potensi karhutla meningkat di penghujung musim kemarau.