Menelusuri Tari Legong: Sejarah, Makna, dan Keindahan Tarian Tradisional Bali!

Kamis 02-10-2025,10:34 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Jenis Legong paling klasik yang biasa dipentaskan di lingkungan kerajaan. Ceritanya sering diambil dari kisah-kisah epos Ramayana atau Mahabharata.

Legong Lasem

Tarian ini menceritakan kisah Raja Lasem yang jatuh cinta pada Putri Rangkesari. Namun kisah ini berakhir tragis ketika cinta sang raja ditolak dan terjadi peperangan.

BACA JUGA:Rahasia Tembok Kota Tua yang Masih Menyimpan Jejak Misteri Zaman Dulu

Legong Jobog

Mengambil cerita dari kisah Ramayana, yakni tentang pertarungan antara dua kera sakti, Subali dan Sugriwa, yang berjuang memperebutkan kekuasaan.

Cerita-cerita yang ditampilkan dalam Tari Legong tidak sekadar hiburan, melainkan juga mengandung pesan moral seperti tentang cinta, kesetiaan, pengorbanan, serta akibat dari keserakahan.

Fungsi dan Makna Tari Legong

BACA JUGA:Rahasia Benteng Tua yang Tetap Kokoh Meski Dihantam Waktu

Awalnya Tari Legong hanya dipentaskan di lingkungan istana atau pura pada upacara keagamaan. Hal ini membuatnya lekat dengan kesakralan dan spiritualitas masyarakat Bali.

Namun seiring perkembangan zaman, Legong kini juga ditampilkan dalam acara pariwisata, festival budaya, hingga panggung internasional.

Meski demikian, nilai filosofisnya tetap kuat. Gerakan yang penuh kehalusan melambangkan kelembutan hati, sedangkan irama gamelan mencerminkan harmoni kehidupan.

Bagi masyarakat Bali, menari Legong bukan hanya soal seni, tetapi juga bentuk bakti kepada dewa-dewi dan leluhur.

BACA JUGA:Ngopi di Jejak Kolonial yang Disulap Jadi Kafe Estetik Kekinian

Tari Legong di Era Modern

Di tengah derasnya arus globalisasi, Tari Legong tetap bertahan sebagai salah satu ikon seni Bali. Bahkan, Legong sering menjadi sajian utama dalam promosi pariwisata Indonesia di luar negeri.

Kategori :