Catatan Kolonial Menyebutnya Lain, Tapi Rakyat Mengenalnya Sebagai Ibu Negeri

Selasa 29-07-2025,13:45 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gusti

Tapi namanya terus hidup dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi. 

Tidak ada patung besar atau tugu mewah yang dibangun atas namanya waktu itu. 

Tapi ia sudah terukir di hati rakyat sebagai Ibu Negeri.

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Gunung Tambora: Letusan Dahsyat yang Mengubah Dunia!

Hari ini kita mengenang Cut Nyak Dhien dengan bangga. 

Tapi kisahnya bukan hanya untuk dihafal dan dilupakan setelah ujian sejarah.

Ia adalah pengingat bahwa perempuan bisa jadi garda terdepan tanpa harus kehilangan kelembutannya. 

Ia membuktikan bahwa keberanian tidak mengenal jenis kelamin.

BACA JUGA:Misteri Candi Ngetos: Peninggalan Bersejarah dari Era Majapahit

Mereka yang dulu mencatatnya sebagai pengacau mungkin tidak tahu betapa besar pengaruhnya bagi bangsa ini. 

Tapi kita tahu bahwa bangsa besar tidak hanya dibentuk oleh senjata tapi juga oleh semangat perempuan yang melawan. 

Ia tak pernah meminta dikenang tapi dunia akhirnya tak bisa melupakannya.

BACA JUGA:Danau Nodi, Keindahan Tersembunyi di Banggai yang Sarat Sejarah

Cut Nyak Dhien telah lama tiada tapi suaranya masih terdengar lewat jejak perlawanan yang ia tinggalkan. 

Bukan melalui pidato panjang atau doktrin yang rumit. 

Tapi lewat pilihan hidup yang sederhana namun penuh keberanian. 

Kategori :