Pada masa penjajahan Belanda dan selama konflik berkepanjangan, gunung ini menjadi tempat persembunyian dan markas strategis bagi para pejuang Aceh.
Kondisi geografis yang sulit dijangkau memberikan keuntungan dalam melawan penjajah, sehingga Ulumasen menjadi simbol keberanian dan ketahanan.
Di era modern, Gunung Ulumasen telah menjadi destinasi favorit bagi pendaki dan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam yang indah sekaligus merasakan kearifan budaya lokal.
Keanekaragaman hayati dan panorama dari puncak gunung menjadi daya tarik utama.
Pemerintah dan komunitas lokal pun aktif bekerja sama untuk menjaga kelestarian gunung dan sekitarnya.
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Candi Bubrah: Warisan Buddha yang Terselip di Balik Keindahan Prambanan
Program pariwisata berkelanjutan dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan warisan alam dan budaya.
Selain itu, edukasi lingkungan juga digalakkan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga dan merawat kawasan ini.
Secara keseluruhan, Gunung Ulumasen bukan hanya sebuah gunung biasa, melainkan simbol sejarah, budaya, dan kekuatan alam yang memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh.
Menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab bersama demi diwariskan pada generasi mendatang.