Selain itu, laut juga menjadi sumber utama kehidupan melalui kegiatan menangkap ikan dan perdagangan laut.
Pengaruh Islam dan Perubahan Sosial
Islam masuk ke Sumbawa sekitar abad ke-16 melalui jalur perdagangan dan dakwah para pedagang dan ulama dari wilayah lain di Nusantara, seperti Jawa dan Maluku.
Penyebaran Islam membawa perubahan signifikan dalam sistem kepercayaan dan budaya masyarakat Sumbawa.
BACA JUGA:Dibalik Kekalahan Pasuruan: Strategi Cerdik Prajurit Mataram yang Mengubah Sejarah
Setelah Islam menjadi agama mayoritas, banyak tradisi dan adat yang disesuaikan dengan ajaran agama tersebut.
Namun, masyarakat Sumbawa tetap menjaga nilai-nilai adat leluhur yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
Hubungan antara adat dan agama di Sumbawa berjalan secara harmonis, membentuk tradisi lokal yang unik.
Masa Penjajahan dan Perlawanan
BACA JUGA:Dibalik Kekalahan Pasuruan: Strategi Cerdik Prajurit Mataram yang Mengubah Sejarah
Seperti banyak daerah lain di Indonesia, Sumbawa juga mengalami masa penjajahan oleh bangsa Eropa, terutama Belanda.
Pada abad ke-17 dan 18, Belanda berusaha menguasai perdagangan dan wilayah Sumbawa untuk kepentingan kolonial mereka.
Penjajahan membawa dampak besar terhadap sistem sosial dan ekonomi masyarakat Sumbawa. Namun, suku ini dikenal memiliki semangat perlawanan yang kuat.
Beberapa catatan sejarah menyebutkan adanya pemberontakan dan perlawanan lokal terhadap kekuasaan kolonial yang menindas.
BACA JUGA:Waspadai! Inilah Daftar Makanan Tinggi Purin Pemicu Asam Urat yang Harus Dihindari
Budaya dan Tradisi yang Tetap Terjaga