PAGARALAMPOS.COM - Ratu Jay Shima dikenal sebagai perempuan pertama yang memimpin sebuah kerajaan di Jawa, yakni Kerajaan Kalingga.
Kerajaan ini awalnya dibentuk oleh suaminya, Kartikeyasingha, yang merupakan keturunan Raja Sribuja dari Palembang.
Ia diyakini telah membangun kekuasaan di bagian utara Pulau Jawa sebelum mempersunting Jay Shima, putri seorang pendeta dari wilayah Sriwijaya.
Beberapa sumber sejarah juga menyebutkan bahwa Jay Shima kemungkinan adalah keturunan Hyang Sailendra atau cucu dari tokoh bernama Santanu.
Meski asal-usulnya masih menjadi bahan perdebatan, peran Jay Shima dalam sejarah Kalingga sangatlah penting.
BACA JUGA: Jejak Sejarah Suku Zulu: Bangsa Pejuang yang Mengukir Legenda Afrika Selatan
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Kerajaan Berau, Pusat Perdagangan dan Maritim Kalimantan Timur
Kemajuan Peradaban Kalingga di Masa Pemerintahan Kartikeyasingha
Pada masa kepemimpinan Kartikeyasingha, Kalingga telah menunjukkan perkembangan peradaban yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah prasasti yang ditemukan dan menunjukkan unsur-unsur keagamaan serta budaya yang kuat.
Salah satu yang paling menonjol adalah Prasasti Tukmas, ditemukan di wilayah Grabag, Magelang, yang ditulis menggunakan aksara Pallawa.
Prasasti ini menggambarkan simbol-simbol keagamaan seperti trisula, cakra, teratai, dan kendi yang mengindikasikan pengaruh Hindu aliran Siwa.
Selain itu, Prasasti Sojomerto yang ditemukan di daerah Batang, juga menunjukkan bahwa agama Hindu Siwa telah berkembang di Kalingga.
Namun, catatan dari sumber Tiongkok juga menyebutkan adanya pengaruh kuat agama Buddha di wilayah ini. Sekitar tahun 644, seorang biksu dari Cina bernama Hwi-ning tiba di Kalingga dan menerjemahkan naskah Buddha Hinayana bersama seorang pendeta lokal bernama Janabadra.
BACA JUGA:Sejarah Danau Ranau: Keindahan Alam dan Warisan Geologi di Perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Pekanbaru: Menjelajahi Pesona Alam, Budaya, dan Sejarah di Ibu Kota Riau!