BACA JUGA:Tempat Semayam Para Dewa? Ini Alasan Gunung Sumbing Dianggap Tempat Suci dan Sakral
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gunung Binaiya: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Seram!
Tantangan dan Upaya Pelestarian di Masa Kini
Di era modern, keberadaan Baileo menghadapi tantangan akibat perubahan sosial, urbanisasi, dan modernisasi yang menggeser nilai-nilai tradisional.
Banyak sistem pemerintahan formal yang menggantikan peran musyawarah adat.
Namun demikian, beberapa wilayah di Maluku dan Maluku Utara tetap menjaga keberadaan Baileo. Pemerintah bersama komunitas lokal aktif melestarikan Baileo, termasuk menjadikannya objek wisata budaya dan pendidikan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pun telah mengakui Baileo sebagai warisan budaya tak benda yang wajib dilestarikan.
Sejarah Gunung Kembar: Antara Legenda, Keindahan, dan Jejak Alam!
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gunung Sunan Ibu: Jejak Spiritual dan Alam di Halmahera Barat!
Simbol Identitas dan Perlawanan
Pada masa penjajahan Belanda, Baileo kerap menjadi tempat berkumpul tokoh masyarakat untuk merencanakan perlawanan.
Hal ini menambah nilai historis Baileo sebagai simbol keberanian dan solidaritas.
Dalam berbagai perayaan budaya dan adat, miniatur atau simbol Baileo sering ditampilkan sebagai representasi kearifan lokal serta identitas masyarakat Maluku.