BACA JUGA:Rahasia Herbal dari Alam: Bunga Telang untuk Kulit Glowing dan Otak Cemerlang
6. Menghasilkan gejala penarikan
Gejala penarikan dapat muncul ketika penggunaan berlangsung dalam jangka waktu lama. Beberapa tanda-tandanya antara lain:
- Agitasi.
- Agresi.
- Kesulitan dalam bekerja.
- Nyeri pada otot dan tulang.
- Gerakan anggota tubuh yang tidak terkontrol.
7. Memberikan efek memabukkan
Apakah kratom dapat menyebabkan rasa mabuk? Sebenarnya, daun kratom bisa memberikan efek memabukkan.
Di dalam daun tersebut terdapat senyawa aktif yang disebut mitragin, yang dapat mempengaruhi fungsi otak serta sistem saraf. Dampak penggunaan kratom bervariasi, bergantung pada jumlah dan tipe daunnya.
Dengan dosis yang rendah, daun ini dapat memberikan efek mirip kafein, yaitu membangkitkan energi dan meningkatkan suasana hati.
Namun, jika digunakan dalam dosis yang tinggi, kratom dapat menghasilkan efek psikoaktif yang serupa dengan opioid.
Efek psikoaktif ini berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Tanda-tanda yang muncul bisa berupa rasa euforia, keadaan relax, dan pengurangan rasa nyeri.
Banyak orang beranggapan bahwa daun ini dapat memberikan efek memabukkan. Apakah itu benar? Nyatanya, daun ini memang dapat menimbulkan sensasi yang membuat mabuk.
BACA JUGA:Khasiat Daun Mangga untuk Diabetes, Solusi Herbal yang Menyehatkan
Karena di dalamnya terkandung senyawa aktif bernama mitragin yang dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf. Efek yang ditimbulkan bervariasi, tergantung pada dosis serta jenis daunnya.
Pada dosis rendah, kratom bisa memiliki dampak yang mirip kafein, seperti memberikan energi dan meningkatkan suasana hati.
Namun, dengan dosis tinggi, daun ini dapat menimbulkan efek psikoaktif yang serupa dengan opioid.
Efek psikoaktif ini bisa menyebabkan ketergantungan. Gejala yang mungkin muncul meliputi rasa euforia, keadaan rileks, dan pengurangan nyeri.
Inilah beberapa fakta mengenai kratom, yang telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional, terutama di kawasan Asia Tenggara.