Sejarah Candi Bubrah: Jejak Budaya Buddha di Tengah Keheningan Prambanan!

Kamis 26-06-2025,23:12 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Bangunan utama candi berdiri di atas batur atau kaki candi yang cukup tinggi, yang berfungsi sebagai dasar dan simbol dari alam bawah dalam filosofi Buddhis.

Di masa lalu, kemungkinan besar Candi Bubrah juga dikelilingi oleh pagar stupa kecil serta memiliki arca Buddha di dalam ruang utama atau cella.

Namun karena kondisi kerusakan yang parah sebelum pemugaran, banyak bagian asli candi yang tidak utuh lagi ditemukan.

Proses Pemugaran

BACA JUGA:Sejarah Danau Towuti: Permata Alam di Jantung Sulawesi!

Proses pemugaran baru dilakukan secara serius oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta pada awal abad ke-21.

Pada tahun 2017, pemugaran Candi Bubrah dinyatakan selesai dan candi pun kembali berdiri dalam bentuk yang mendekati bentuk aslinya, meskipun tidak semua bagian bisa dipulihkan sempurna.

Fungsi Religius dan Budaya

Sebagai candi Buddha, Candi Bubrah kemungkinan besar digunakan sebagai tempat pemujaan atau meditasi.

Dalam tradisi Buddhisme Mahayana, candi-candi seperti ini memiliki fungsi sebagai simbol pencerahan dan tempat suci untuk mendekatkan diri kepada ajaran Buddha.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Danau Sidihoni: Danau di Atas Danau di Tanah Batak!

Lebih dari itu, keberadaan Candi Bubrah bersama candi-candi Buddha lain di sekitar Prambanan menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat spiritual Buddha yang penting.

Ini juga mengindikasikan bahwa penyebaran agama Buddha di Jawa tidak hanya terpusat di Borobudur, melainkan meluas hingga ke selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Nilai Historis dan Pelestarian

Candi Bubrah adalah salah satu bukti kuat keberadaan pluralisme dan kemajuan arsitektur Nusantara pada masa klasik.

BACA JUGA:Memahami Sejarah Danau Satonda: Jejak Geologi dan Legenda Mistis dari Pulau Misterius!

Kategori :