Selain sebagai objek wisata, Danau Kembar memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitar.
Air danau menjadi sumber irigasi bagi lahan pertanian, sementara perikanan air tawar menjadi salah satu mata pencaharian utama.
Pariwisata juga berkembang pesat, terutama karena pemandangan yang indah dan hawa sejuk yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pada akhir pekan dan musim libur, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, mendaki bukit sekitar danau, atau sekadar bersantai sambil menikmati teh lokal.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Pulau Sumba: Jejak Tradisi dan Peradaban di Tanah Marapu!
Kegiatan budaya seperti “balimau” (ritual mandi menyambut Ramadan) juga kadang dilakukan di sekitar danau sebagai simbol penyucian diri.
Konservasi dan Tantangan Modern
Meski memiliki potensi besar, Danau Kembar juga menghadapi tantangan, terutama dari segi pelestarian lingkungan.
Perubahan iklim, deforestasi, dan aktivitas pertanian yang tidak ramah lingkungan berpotensi mengganggu ekosistem di sekitar danau.
BACA JUGA:Sejarah Suku Mentawai: Jejak Peradaban Tua dan Pelestarian Budaya di Tengah Arus Modernisasi!
Pemerintah daerah dan berbagai komunitas telah mulai menggalakkan program konservasi, seperti pelatihan wisata berkelanjutan dan kampanye penghijauan.
Upaya ini diharapkan dapat menjaga keasrian dan fungsi ekologis Danau Kembar untuk generasi mendatang.