Sejarah Bukit Karst: Jejak Geologi Purba, Warisan Alam, dan Budaya yang Terancam!

Minggu 22-06-2025,19:12 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Gunung Bismo: Jejak Alam dan Legenda di Pegunungan Dieng

Akibatnya, terbentuklah lanskap yang dikenal sebagai karst, dengan ciri khas bukit-bukit menjulang, lembah curam, gua, dan sungai bawah tanah.

Bukti Kehidupan Purba

Tidak hanya menarik dari sisi geologi, bukit karst juga menyimpan banyak bukti kehidupan manusia purba.

Di berbagai wilayah karst di Indonesia, arkeolog telah menemukan lukisan dinding gua, alat-alat batu, serta sisa-sisa tulang manusia dan hewan prasejarah.

Salah satu penemuan penting terdapat di Gua Leang-Leang, Maros, yang menunjukkan adanya lukisan tangan berusia sekitar 40.000 tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan karst pernah menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas manusia purba.

Lanskap karst yang kompleks dan kaya akan gua menjadi tempat perlindungan alami dari cuaca ekstrem serta menyediakan sumber air dari mata air bawah tanah.

Ini menjadikan daerah karst ideal sebagai tempat tinggal bagi manusia zaman prasejarah.

Karst dalam Budaya Lokal

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Gunung Penanggungan: Gunung Suci Warisan Leluhur Jawa!

Keberadaan bukit karst juga memberikan pengaruh kuat terhadap budaya masyarakat sekitar.

Banyak suku dan komunitas lokal yang menganggap bukit karst sebagai tempat suci atau keramat.

Di beberapa daerah, gua-gua karst digunakan untuk kegiatan ritual, tempat penguburan leluhur, hingga tempat meditasi.

Di Toraja, misalnya, tebing karst digunakan sebagai lokasi pemakaman dengan menempatkan peti jenazah di dalam gua atau digantung di tebing batu.

Sementara itu, di Pegunungan Sewu, gua-gua karst digunakan oleh masyarakat sebagai tempat perlindungan saat masa kolonial maupun perang.

Kategori :