Sejarah Bukit Kasih Kanonang: Simbol Persaudaraan Lintas Agama di Tanah Minahasa!

Sabtu 21-06-2025,18:33 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Di kawasan ini, dibangun lima rumah ibadah kecil yang masing-masing mewakili agama-agama tersebut.

BACA JUGA:Sejarah Bukit Daun Bengkulu: Jejak Vulkanik, Keindahan Alam, dan Warisan Budaya yang Tersembunyi!

Semuanya bisa dijangkau melalui jalan setapak dan anak tangga yang berkelok naik ke atas bukit.

Total ada lebih dari 2.400 anak tangga menuju puncak bukit, yang menjadi tempat ideal untuk merenung, berdoa, atau sekadar menikmati panorama alam.

Tak jauh dari rumah-rumah ibadah tersebut, berdiri Monumen Wajah Tua Minahasa, yaitu pahatan besar pada dinding tebing yang menggambarkan wajah leluhur masyarakat Minahasa.

Monumen ini mengingatkan pengunjung akan akar budaya lokal dan nilai-nilai kearifan leluhur yang menjunjung tinggi persaudaraan dan saling menghargai.

Makna Religius dan Budaya

Lebih dari sekadar objek wisata, Bukit Kasih memiliki makna religius yang mendalam.

Kawasan ini sering menjadi tempat ziarah atau retret spiritual, terutama bagi umat Kristiani yang merupakan mayoritas di daerah Minahasa.

Namun, kehadiran tempat ibadah dari berbagai agama menjadikan Bukit Kasih sebagai titik temu spiritual lintas keyakinan.

Uap panas yang muncul dari tanah menambah suasana magis tempat ini.

Sumber panas bumi tersebut dipercaya memiliki energi alamiah yang menguatkan spiritualitas.

sekaligus menjadi pengingat akan kekuatan Tuhan dalam menciptakan alam semesta.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Bukit Tidar: Penjaga Spiritualitas Kota Magelang!

Secara budaya, Bukit Kasih juga menjadi tempat yang menghormati nilai-nilai lokal Minahasa seperti “mapalus”

(gotong royong) dan “si tou timou tumou tou” (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain).

Kategori :