Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Bukit Tidar: Penjaga Spiritualitas Kota Magelang!

Menelusuri Sejarah Bukit Tidar: Penjaga Spiritualitas Kota Magelang!

Menelusuri Sejarah Bukit Tidar: Penjaga Spiritualitas Kota Magelang!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Terletak di jantung Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Bukit Tidar bukan hanya sekadar lanskap alam yang menyegarkan mata.

Bukit ini menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang begitu kuat, sehingga dikenal sebagai “Pakunya Tanah Jawa”.

Julukan ini bukan tanpa alasan, sebab Bukit Tidar diyakini sebagai titik pusat yang menstabilkan tanah Jawa dari segi spiritual dan kosmologis.

Dari masa kerajaan hingga zaman modern, bukit ini terus menjadi simbol kepercayaan, kekuatan, dan ketenangan batin masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Pura Bukit Sinunggal: Jejak Spiritualitas di Puncak Bukit!

Asal-Usul Nama Bukit Tidar

Nama "Tidar" berasal dari kata dalam bahasa Jawa "tidhar" atau "tinar", yang berarti "tidak dar-dar" atau tidak gaduh.

Maksud dari istilah ini adalah bahwa tempat tersebut memiliki ketenangan dan tidak terjadi keributan atau kekacauan.

Tempat ini dipercaya memiliki aura mistis yang mampu meredam kekuatan jahat serta menjaga keseimbangan alam di pulau Jawa.

Bukit Tidar memiliki ketinggian sekitar 503 meter di atas permukaan laut dan menjadi bagian dari wilayah Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Kendati berada di tengah kota, kawasan ini masih dipenuhi pepohonan rindang dan nuansa hening yang menenangkan.

Jejak Sejarah dan Tokoh-Tokoh Penting

Bukit Tidar dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir beberapa tokoh penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Jawa.

Salah satunya adalah Syaikh Subakir, seorang ulama asal Persia yang datang ke Nusantara pada abad ke-15.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait