Kemajuan zaman membawa tantangan baru bagi masyarakat Sabu. Perubahan iklim, modernisasi, dan arus migrasi ke kota mengancam eksistensi budaya lokal.
Pertanian tradisional mulai terpinggirkan, dan nilai-nilai adat perlahan memudar di kalangan generasi muda.
Namun, semangat untuk mempertahankan warisan budaya tetap hidup.
Masyarakat dan pemerintah setempat mendorong pelestarian melalui pendidikan berbasis adat, penggunaan bahasa daerah, hingga promosi tradisi melalui festival dan media sosial.